Home / Hukum

Selasa, 22 Desember 2020 - 16:15 WIB

12 Pelaku Perusak Alat PT VDNI dan PT OSS Resmi Dijadikan Tersangka

Tampak barang bukti yang diamankan petugas

Tampak barang bukti yang diamankan petugas

KENDARI – Kepolisian Daerah (Polda)  Sulawesi Tenggara (Sultra) telah remsi menetapkan 12 tersangka perusak alat tambang di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT OSS pada 14 Desember 2020 lalu. Ke-12 pelaku tersebut, berinisial YW, AP, NA, IK, KS, AF, LT, IR, AP, SP , RW dan SL

Direskrimim Polda Sultra Kombes Pol La Ode Aries Elfatar menuturkan, Penetapan ke 12 tersangka tersebut telah melewati penyelidikan selama 8 hari lamanya.

“Dari pemeriksaan ke-12 pelaku, penyidik telah mengumpulkan beberapa barang bukti, yang di gunakan pada saat aksi demostrasi mulai ricuh,” ucapnya

BACA JUGA:   Kronologi Mantan Camat Kencong Diperas Melalui Vidcall Seks Berbayar

Kata Aries, Alat bukti yang dikumpulkan tim penyidik Ditreskrimum berupa batu yang di gunakan pada saat kericuhan terjadi, sketsa PT. VDNI dan PT. OSS, rekaman CCTV, pakaian yang digunakan para pelaku yang terekam kamera, percakapan para pelaku pada saat akan memulai aksi demonstrasi, Handphone para pelaku, dan surat pemberitahuan aksi.

Berdasarkan hasil pengusutan kasus tersebut, diketahui bahwa para pelaku telah melakukan pertemuan sebanyak 3 kali untuk membahas lancaranya aksi demonstrasi mereka.

BACA JUGA:   Kadernya Dikeroyok OTK, Ketua PMII Kendari Soroti Pengamanan Kamtibmas Kepolisian

“Para pelaku bertemu di 3 lokasi berbeda, pertemuan pertama dilakukan di sebuah Cafe di Kota Unaaha, kedua di sebuah kos-kosan milik saksi yang bernama Arman yang berada di Kampung Jawa, dan disalah satu rumah tersangka,” ungka La Ode Aries.

“Rapat yang mereka lakukan menghasilkan sebuah rancangan yang matang, titik kumpul mereka sudah dipastikan lokasinya, tinggal menunggu komando dari para Korlap,” jelasnya

BACA JUGA:   Kisruh Aksi di Laonti, Polres Konsel Amankan 3 Orang

Adapun titik-titik yang telah ditentukan para pelaku melakukan aksi mereka, kata Aries yaitu, di PT Pos Securty depan PT VDNI, kemudian Jetty PT OSS, tempat penyimpanan Alat berat serta akses keluar masuk karyawan di PT VDNI.

Kini ke-9 pelaku yang menjadi Korlap dijerat pasal 216 KUH, 160 KUHP Junto 179 KUHP tentang penghasutan, sedangkan 3 pelaku sebagai eksekutor akan dijerat pasal pasal 170 KUHP. Dari total kerugian Perusahaan atas kejadian ini sekitar Rp 200 Miliar.

(*Din/Asumsirakyat.id)

Share :

Baca Juga

Hukum

Siap Edarkan Sabu di Kendari, Seorang Pengedar Dibekuk

Asumsi Rakyat

Polres Kendari Tangkap Pengedar Narkoba di Laute

Hukum

Dua Gadis Di Kendari Dicabuli, Begini Kronologinya

Hukum

Tender Proyek Dibatalkan, CV Almor Laporkan Pokja Kolut Ke Ombudsman Sultra

Asumsi Rakyat

Dua Orang Pengedar Sabu Berhasil Diamankan Polisi

Hukum

Miliki Sabu, Satu Oknum ASN PN Berhasil Diamankan Polisi

Daerah

KemenkumHAM Sultra Janji Kinerja dan Pembangunan ZI Menuju WBK/WBBM Tahun 2021

Hukum

Seorang IRT di Muna dikeroyok, Kepala BPDB Ikut Terlibat