Home / Gaya Hidup

Senin, 21 Desember 2020 - 15:23 WIB

5 Penyebab Wanita Harus Histerektomi atau Pengangkatan Rahim

Ilustrasi Wagina (Foto : Sehat)

Ilustrasi Wagina (Foto : Sehat)

KENDARI – Dalam beberapa masalah kesehatan, wanita harus melakukan histerektomi atau pengangkatan rahim. Pengangkatan rahim ini bisa dialami wanita dengan rentang usia 20 hingga 40 tahun ke atas. Dalam kasus obstetri, wanita yang sudah matang secara reproduksi dan hamil, bisa saja memerlukan prosedur ini meskipun masih berusia 20-30 tahun. Sedangkan dalam kasus ginekologi, wanita yang memerlukan prosedur histerektomi biasanya sudah berusia di atas 40 tahun.

Dalam beberapa kasus obstetri, ada beberapa orang yang perlu menjalani prosedur histerektomi atau pengangkatan rahim.

  • Perdarahan terus-menerus akibat kontraksi uterus.
  • Kasus solusio plasenta, jika rahim tak bisa berkontraksi lagi dan berubah menjadi biru, maka harus segera diangkat.
  • Kasus plasenta akreta, plasenta masuk ke dalam endometrium yang dalam dan tak bisa dilepas, maka rahim perlu segera diangkat.

Sementara dalam ginekologi, ada beberapa kondisi yang mengharuskan wanita harus menjalani prosedur pengangkatan rahim, antara lain:

  1. Tumor
    Tumor atau mioma uteri yang besar mengharuskan prosedur pengangkatan rahim. Ada beberapa jenis mioma antara subserosal, intramural, submukosa.
    Pada wanita yang mengalami mioma uteri submukosa keluhannya terjadi perdarahan terus-menerus. Sedangkan pada mioma uteri intramular, perdarahan terjadi sesekali namun ukuran rahim terus membesar.
    Sementara itu, apabila wanita mengalami mioma uteri subserosal, tidak mengalami perdarahan tapi benjolan baru diketahui setelah berukuran sangat besar, bisa sebesar kepala.
  2.  Kanker serviks
    “Jika wanita mengalami kanker serviks, maka kemungkinannya akan dilakukan tindakan pengangkatan semua organ reproduksinya (histerektomi radikal). Sedangkan kemungkinan metastasis, bisa terjadi apabila kanker telah mencapai stadium lanjut,” ungkap Suskhan Djusad, Kepala Departemen Obstetri dan Ginekologi RSUPN RSCM.
  3. Hiperplasia endometrium
    Kondisi ini ditandai dengan terjadinya perdarahan terus-menerus dari rahim. Jika ganas maka prosedur ini harus dilakukan.
  4. Menorrhagia
    Menorrhagia merupakan kondisi menstruasi dalam waktu lama dan mengeluarkan darah lebih banyak dari biasanya.
  5. Prolaps uteri, Penyebab lainnya yaitu rahim kendur atau peranakan turun (Prolaps uteri). Umum terjadi pada wanita lansia atau sudah melahirkan lebih dari tiga kali. Biasanya, rahim akan turun dan perlu dilakukan histerektomi vagina.

Dampak histerektomi
Dampak histerektomi yang paling utama, jelas, wanita tidak bisa hamil lagi. Kemudian dampak lainnya adalah wanita tidak akan lagi bisa mengalami menstruasi. Hal ini terjadi jika ovarium juga diangkat dalam prosedur histerektomi radikal, wanita langsung mengalami menopause.

Histerektomi akan sangat berpengaruh pada kehidupan seksual wanita. Biasanya, akan muncul rasa sakit karena tidak ada lagi produksi pelumas atau lendir yang keluar dari vagina. Namun, ini sebenarnya bisa diatasi dengan adanya kelenjar bartholin yang bisa membasahi dinding vagina.

(TIM/Asumsirakyat.id)

Share :

Baca Juga

Gaya Hidup

40 Kata-kata Untuk Meraih Kesuksesan

Gaya Hidup

Khasiat Daun Kelor dan Cara Mengonsumsinya

Gaya Hidup

Meski sudah berusia 94 tahun, Ratu Elizabeth II masih aktif berkegiatan.

Gaya Hidup

Nokia Hadir Dengan Produk Baru, Ini Kelebihannya Dibanding Android Lain

Gaya Hidup

Jangan Mandi Saat Kondisi Seperti Ini

Gaya Hidup

Anak Alergi dan Gatal-gatal ketika Pindah ke Tempat Baru, Ini Penyebabnya

Gaya Hidup

Ini Khasiat Jalan Kaki Sebelum Pertama Kencan

Gaya Hidup

Kepala BLK Kendari : Saya Memang Kampungan, Tapi Semangat Saya Tak Pernah Padam