Home / Daerah

Senin, 7 Desember 2020 - 12:56 WIB

Berikut Pesan Ketua PP SAPMA Mubar Terkait Pilkada Muna

La Ode Muhamad Isdar, ST (Foto : Tegas)

La Ode Muhamad Isdar, ST (Foto : Tegas)

MUNA BARAT – Pemerintah Indonesia telah menetapkan jadwal pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020, dengan rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak akhir September lalu. Adapun total daerah yang akan melaksanakan pemilihan berjumlah 270 daerah dengan rincian 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.

Penetapan calon dan nomor urut calon diilakukan pada 23-24 September 2020. Lanjut tahapan masa kampanye dimulai, dan berakhir 5 Desember 2020. Untuk selanjutnya memasuki masa tenang.

Kemudian proses pemungutan suara akan dilakukan 9 Desember 2020. Proses selanjutnya adalah penghitungan suara antara 9 hingga 15 Desember 2020.

Lihat Juga : Sejumlah Orang di Muna Diamankan Polres

BACA JUGA:   Pusat Pemerintahan Jember Bakal Dipindahkan Bupati Ke Sumbersari

Euforia pilkada juga terjadi di wilayah kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, namun di tengah pesta demokrasi tersebut, tampaknya terciderai oleh kelakuan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Saling serang posko pemenangan hingga menimbulkan kerusakan yang masif, saling hujat via media sosial, bahkan sampai pada tawuran menggunakan senjata tajam.

Hal ini pun sangat disesalkan oleh Ketua Pengurus Cabang Satuan Siswa Pelajar Mahasiswa Pemuda Pancasila (PC SAPMA PP) Muna Barat, La Ode Muhamad Isdar.

Lihat Juga :  Polres Konsel Bagikan Paket Sembako Kepada Warga

Saat ditemui di salah satu warung kopi di kota Kendari, ia mengatakan bahwa masyarakat Muna dan Muna Barat harus menjadi penyejuk, sebab Muna dan Muna Barat adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan, hanya sekedar dibatasi oleh wilayah administratif.

BACA JUGA:   Sertifikat Vaksin Keliru Jika Jadi Syarat Mengakses Tempat Umum

“Kabupaten Muna dan Muna Barat adalah satu kesatuan yang utuh, tidak bisa terpisahkan, yang membatasinya hanyalah wilayah administratif pemerintahan, warga Muna dan Muna Barat semuanya adalah keluarga besar”, ungkapnya. Minggu (6/12/2020).

“Jadi sangat disayangkan ketika ada provokasi-provokasi yang dapat memecah belah persatuan dan ikatan kekeluargaan kedua Kabupaten tersebut”, tambahnya.

Lihat Juga : Ketua PKK Kendari Salurkan Bantuan Ke Warga Kasilampe

BACA JUGA:   Wali Kota Kendari Harap Fantari Jadi Contoh Untuk Semua Anak

Dilansir dari Tegas.co, mantan Ketua BEM Fakultas Tekhnik yang biasa disapa Isdar ini mengajak kepada kedua Calon Bupati yang berkompetisi untuk mengarahkan masing-masing pendukungnya untuk tetap menahan diri dari hal-hal yang berbau provokatif untuk mencegah anarkisme, demi terciptanya Kamtibmas di wilayah kabupaten Muna, apalagi saat ini tahapan pilkada Muna sudah memasuki masa tenang dan menjelang H -3 pencoblosan.

“Suku Muna adalah orang-orang yang selalu memegang teguh falsafah Dopoangka-angka tau, Dopopia-piara, Dopomasi-masigho, Dopoadha-adhati. Jangan hanya karena Pildaka sehari kita semua harus memutus tali silaturahmi dan ikatan bhasitie (kekeluargaan)”, tutupnya

(Tegas/Asumsirakyat.id)

Share :

Baca Juga

Daerah

Mall dan Warkop di Makassar Hanya Buka Sampai Jam 5 Sore

Daerah

Dua Bersaudara Patah Kaki Akibat Ditabrak Truk dari Belakang

Daerah

Disdukcapil Konsel Menyapa Masyarakat Melalui Meeting Zoom

Daerah

SAR Kendari Kembali Lakukan Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Campedak

Daerah

Ditemani Dr. Maulana dan Tim, Erwin Gayus Daftarkan Diri Jadi Calon Ketua KNPI Sultra

Asumsi Rakyat

Dilantik Sebagai Ketua DPD BAPERA Kota Baubau, Begini Harapan Bung Dion

Daerah

Wali Kota Kendari Harap Fantari Jadi Contoh Untuk Semua Anak

Daerah

Peduli Kondisi Siswa Usai Pandemi, Prodi Fisika IAIN Kendari Bakal Gelar Giat Bedah Lab di Konsel