Home / Peristiwa

Minggu, 17 Januari 2021 - 19:07 WIB

BNP Berikan Penjelasan Mengenai Karakter Letusan Gunung Semeru

KENDARI – BNPB memberikan penjelasan mengenai karakter letusan Gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu (16/1). Akibat letusan tersebut, sembilan kecamatan di Probolinggo terdampak abu vulkanik.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, mengatakan aktivitas letusan Gunung Semeru lebih banyak terjadi di kawah Jonggring Seloko. Letusan itu memiliki tipe vulkanian dan strombolian.

“Karakter letusan Semeru, aktivitas semeru terdapat di kawah Jonggring Seloko. Letusan Semeru umumnya abu bertipe vulkanian dan strombolian,” kata Raditya di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Minggu (17/1).

BACA JUGA:   Dua Orang Pendaki Gunung Tewas Usai Peringati HUT RI 76

BNPB memberikan penjelasan abu vulkanian adalah letusan yang menghancurkan kubah dan dan lidah lava. Sedangkan strombolian merupakan letusan yang terjadi 3 sampai 4 kali dalam setiap jam dan diikuti pembentukan kubah.

“Vulkanian, letusan eksplosif yang kadang-kadang menghancurkan kubah dan lidah lava telah terbentuk sebelumnya. Strombolian, 3-4 kali setiap jam biasanya diikuti pembentukan kubah dan lidah lava baru,” jelas Radit.

BACA JUGA:   Seorang Ibu Di Kendari Jadi Korban Tabrak Lari

Lebih lanjut, Radit mengungkapkan, letusan Semeru saat ini mengarah ke Tenggara. Aliran tersebut berupa awan panas.

“Saat terjadi letusan eksplosif biasanya diikuti terjadinya aliran awan panas mengalir ke lembah-lembah. Arah bukaan kawah semeru saat ini mengarah ke Tenggara atau ke Hulu Besuk Kembar, Besuk Bang, Besuk Kobokan,” tutup dia.

Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang erupsi dan meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur 4 kilometer ke arah Besuk Kobokan pada Sabtu sekitar pukul 17.24 WIB.

BACA JUGA:   Kendari dan Laut Konkep Diguncang Gempa 4.2 SR

Selain itu juga terpantau aktivitas guguran lava juga terjadi dengan jarak luncur antara 500-1000 meter dari Kawah Jongring Seloko ke arah Besuk Kobokan.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status gunung tertinggi di Pulau Jawa itu masih pada level II atau waspada, meskipun ada peningkatan aktivitas gunung api tersebut.

Sumber : Kumparan

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Begini Kronologi Kecelakaan 9 Mahasiswa UHO

Peristiwa

Salah Seorang Korban Gempa Bumi Sulbar Meninggal Karena Kagetan

Peristiwa

Gempa M 5,4 Guncang Lampung

Peristiwa

Dalam Mobil, Oknum Polisi di Kendari Kedapatan Berduaan Dengan Istri Orang

Daerah

Minta 5 Aktivis dibebaskan, Sejumlah Massa Gelar Demonstrasi Di Pengadilan Kendari

Peristiwa

Breaking News!! Sultra Berduka, Istri Gubernur Dikabarkan Meninggal Dunia

Peristiwa

Salahsatu Rumah Warga di Kendari Terbakar, Setengah Badan Nyaris Dilalap

Hukum

Setengah Abad Pelihara Lapak Sabu, Pria Ini diciduk Polisi