Home / Asumsi Rakyat / Kolom Asumsi / Opini

Minggu, 28 Maret 2021 - 18:01 WIB

Bom Kembali Meledak, Indonesia Harus Berantas Radikalisme Hingga Akarnya

Ket.gambar : Ketua Bid. OKP PB PMII ( Muh. syarif Hidayatullah )

Ket.gambar : Ketua Bid. OKP PB PMII ( Muh. syarif Hidayatullah )

Pukul 10.30 WITA, publik kembali digegerkan dengan peristiwa mainstream yang dilakukan oleh para penganut paham radikalisme, Gereja Katedral Makassar menjadi sinyal bahwa mereka yang selama ini sudah dinina bobokan, atau bahkan di upayakan untuk ditumpas habis oleh aparat kepolisian ternyata masih tetap berupaya menunjukan eksistensi keberadaan ideologi yang mereka anggap sebagai kebenaran absolut.

Menurut Pastor gereja tersebut ( Pastor Wilhelminus ), pelaku bom bunuh diri berjumlah dua orang dan melakukan aksinya bertepatan dengan perayaan minggu palma bagi umat katolik.

Tindakan ini menjadi Pekerjaan Rumah yang berat bagi aparat kepolisian, terlebih bukan sekali dua kali peristiwa semacam ini terjadi di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Selatan ini. Bahkan gerakan merekapun bervariasi, bukan hanya gereja yang menjadi sasaran empuk target mereka, namun beberapa cafe ataupun restoran siap saji juga tak luput dari wilayah gerakan mereka. Dimana masih segar di ingatan kita semua, saat terjadinya ledakan diawal dekade 2000an, secara beruntun pada tahun 2001 di KFC, 2002 di McD, dan beberapa ledakan lainnya di kota makassar, bahkan juga sempat menyasar Gubernur Sulawesi Selatan ( Syahrul Yasin Limpo ) pada tahun 2012 namun beruntung bom yang dilemparkan tak sempat meledak.

BACA JUGA:   Pemuda Lira Sultra Desak Bupati Konkep Pecat Kadis PU

Kejahatan kemanusiaan seperti ini harus senantiasa jadi pantauan kita bersama, bukan hanya aparat kepolisian yang tugasnya sebagai penegak hukum dan menjadi garda terdepan dalam penanggulangan terorisme, namun kita sebagai masyarakat, pemuda dan seluruh elemen bisa memeranginya melalui gagasan pemikiran untuk menetralisir doktrin yang mereka anggap sebagai jalan kebenaran mereka.

BACA JUGA:   Ketua BEM Karya Kesehatan : Pengurus Harus Dapat Berkreasi dan Berinovasi Dalam Bidang Apapun

Selain itu, proses kaderisasi mereka yang menyasar kalangan grass root, yakni para pelajar, mahasiswa maupun masyarakat pedesaan, harus menjadi perhatian utama bagi pemerintah dan aparat kepolisian. Terlebih kepada organisasi ataupun komunitas yang tidak jelas asal usul maupun arah geraknya, yang nyatanya sampai sekarang ini masih bebas melakukan aktivitasnya. Dan Kepolisian pun harus senantiasa hadir dan proaktif di lingkungan sekolah ataupun kampus untuk mengisi pagar pemikiran dari ruang jalan masuk pemikiran radikalisme tersebut.

BACA JUGA:   KemenkumHam Sultra Sosialisasikan Diseminasi Kebijakan dan Cegah Pencucian Uang

Sekolah dan kampus yang menjadi laboratorium pengetahuan yang kerap kali menhadi sasaran utama dibanding wilayah lain, harus dielaborasi melalui pendekatan-pendekatan baru dan tidak monoton. Tetap plural namun kekinian, salahsatunya membentuk Majelis Penggerak Dakwah sebagai backup kepolisian dan motor penggerak untuk melawan pemikiran para penganut pemimiran radikalisme.

Indonesia harus kita pastikan hidup damai berdampingan tanpa ada intrik ataupun klaim kebenaran antar golongan satu dengan lainnya, Karena sejatinya kita sebagai sesama manusia harus saling menjaga, sebagai bagian dari Hablum Minannas  dan menjaga Indonesia dari kerusakan sebagai bagian dari Hablum Minal Alam.

***Muh. Syarif Hidayatullah

KetuaBid. OKP PB PMII 2017-2021

Share :

Baca Juga

Asumsi Rakyat

Sebelas ABG Prostitusi Online Mengaku Naikkan Harga Jika Melayani WNA

Asumsi Rakyat

Jalan Motaha-Lambuya Rusak, HIMAKTA Gelar Aksi DPRD Sultra

Asumsi Rakyat

Resmikan Satu Masjid, Wabub Konawe : Mohon Dimanfaatkan Dengan Baik

Asumsi Rakyat

Belum Terfikir Pilwali, PDIP Kendari Masih Fokus Memasyarakatkan Partai

Asumsi Rakyat

Bentuk Peduli Masyarakat, MP IKA PMII Sultra Salurkan Bantuan

Asumsi Rakyat

Diduga Terlibat Portitusi Online, Personel Polsek Baruga Amankan 11 Wanita ABG

Kolom Asumsi

Di Masa Muda, Media Sosial Sebagai Sarana Terbaik Untuk Berkarya

Opini

Bolehkah Niat Qadha Puasa Ramadhan Sekaligus Puasa Syawal?