Home / Daerah

Minggu, 27 Desember 2020 - 18:19 WIB

Dinilai Merugikan, Para Pedagang Gelar Unras

Para Pedagang saat melakukan Aksi Unjuk Rasa di Cakini

Para Pedagang saat melakukan Aksi Unjuk Rasa di Cakini

JAKARTA – Dinilai merugikan, para pedagang dari pasar kalideres mendatangi kantor Perumda Pasar Jaya, yang berada di Cikini, Rabu (23/12/2020).

Mereka ingin mengadukan perihal pengundian nomor urut tempat penampungan sementara (TPS) Pasar Kalideres yang dinilai sangat merugikan mereka.

Pasalnya, sebanyak 31 kios terpaksa dipindahkan ke lokasi TPS yang ukurannya lebih kecil, yang sebenarnya TPS itu diperuntukkan untuk pemilik counter. Dan sebaliknya, para pedagang yang biasa berjualan di counter dipindahkan ke lokasi TPS yang lebih besar. Tentu saja para pedagang yang sehari harinya berjualan di kios tersebut melakukan protes kepada Kepala pasar.

Namun hingga saat ini, pihak kepala pasar belum menemukan solusi yang pasti untuk mengatasi Permasalahan itu. Ditengah belum selesainya persoalan tersebut, pihak kepala pasar malah memberikan surat himbauan kepada para pedagang untuk segera pindah ke TPS dalam jangka waktu 2 minggu.

BACA JUGA:   Wali Kota Kendari Serahkan Bansos Kepada Pekerja

Terang saja para pedagang ini marah dan melanjutkan protesnya ke kantor Perumda Pasar Jaya, Jakarta Pusat.

Dikutip dari radarnews.com, para pedagang itu berharap, pihak Direksi Pasar Jaya bersedia bertemu dengan mereka.

“Kami ingin bertemu dengan para direksi. Kami ingin mengadukan persoalan persoalan yang tengah kami hadapi di pasar. Kami ingin tuntutan kami didengar dan dipenuhi oleh pihak direksi, ujar Rudi Chandra, selaku ketua Forum Pedagang Pasar Kalideres.

BACA JUGA:   16 KK Warga Kendari Terima Bantuan Perbaikan Rumah

Selama ini, para pedagang pasar kalideres telah meminta pihak pengelola pasar, agar pembangunan pasar hanya dengan satu lantai, namun permintaan mereka selalu ditolak dan diabaikan, papar Rudi.

Norman, salah satu pedagang yang juga ikut aksi damai di depan kantor perumda siang itu, mengatakan “Kami akan terus berjuang menyuarakan tuntutan kami hingga dipenuhi,” katanya.

Menurut Norman, dengan lokasi pasar kalideres yang sangat tidak strategis dan keberadaannya pun bukan di pinggir jalan raya, membuat pasar ini menjadi sepi. dan para pedagang hanya bisa berjualan sampai setengah hari, karena sepinya pengunjung.

BACA JUGA:   Gubernur Sultra : Kombes Pol La Ode Aries Bakal Sukses Di Tempat Baru

Apalagi nanti, tambahmya, kalau pasar dibangun dengan 2 lantai, tentu akan bertambah sepi. Dan itu jelas menyimpang dari tujuan revitalisasi pasar yang direkomendasikan oleh kemendag RI, yaitu untuk meningkatkan omset pedagan,”ungkapnya.

Lagi pula, tambah Norman, program revitalisasi pasar yang dicanangkan oleh Kemendag RI bukan hanya pembangunan fisik saja, tapi juga menyangkut akses pelayanan yang nyaman dan manajemen pengelolaan pasar yang baik, agar pasar rakyat mampu bersaing dengan pasar modern.

“Selain itu kami juga meminta pihak Perumda untuk menyelesaikan persoalan pengundian TPS yang bermasalah dan sangat merugikan para pedagang kios,”pungkasnya.

(*Din/Asumsirakyat.id)

Share :

Baca Juga

Daerah

Gelar HUT PGRI, Sulkarnain ; Kita Harap Komitmen Guru Untuk Terus Beramal

Daerah

Bangun Ruas Jalan Lingkar, Wali Kota : Semoga Mencegah Kemacetan di Kota Kendari

Bisnis

Kadin Sultra Sesalkan Perusakan Kantor

Daerah

14 Desember 2020, Pasien Covid-19 di Sultra Sembuh 51 Orang

Daerah

Soal Batalnya Pemberangkatan Haji, GP Ansor Sultra Mendukung Dan Menilai Keputusan Yang Tepat Ditengah Pandemi

Asumsi Rakyat

Pemuda Sabulakoa Kritisi Beberapa Kades Konsel

Daerah

Ini Alasan Pemkot Kendari Tarik Kembali Raperda

Daerah

Pilwali Kendari, Maulana : Niat Ada, Restu Orang Tua Lebih Utama