Home / Asumsi Rakyat

Senin, 19 Juli 2021 - 14:43 WIB

Evaluasi PPKM, Tanggapan Ketua GMNI Kendari

Saswal Ukba, Ketua GMNI Kendari (Dok: Ist)

Saswal Ukba, Ketua GMNI Kendari (Dok: Ist)

ASUMSIRAKYAT – Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Kendari, Saswal Ukba menjelaskan jika pemerintah pertanggal 2 Juli 2021 akan kembali menerapkan kebijakan (PPKM) Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Mikro di berbagai daerah kabupaten/kota di Indonesia.

“Apalagi untuk daerah Jawa – Bali ditetapkan PPKM Darurat. Di Kota Kendari pun ditetapkan kebijakan PPKM oleh pemerintah pusat karena dianggap laju penyebaran covid-19 kian mengganas,” ungkap Saswal dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Senin (19/7/2021).

Diketahui penerapan PPKM darurat dikarenakan laju covid-19 semakin mengganas di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Selain itu untuk membendung daripada jenis varian covid baru yang dibeberapa negara menjadi perhatian serius dalam penanganannya.

BACA JUGA:   Karaoke Syahrini Kendari Diduga Abaikan Aturan PPKM

Saswal menyampaikan, berbagai jenis aktivitas dan mobilitas masyarakat dibatasi seketat mungkin. Non esensial dilakukan 100 % Work From Home (WFH), Esensial 50 % dikantor, Kritikal 100 % dikantor.

“Pertama semenjak PPKM ditetapkan 03 Juli – 20 Juli 2021 sebetulnya minimal tidak angka penularan covid-19 dapat melandai. Karena ini bicara pembatasan aktifitas secara ketat dan terstruktur,” jelas Saswal.

“Atau grafik daripada angka penularan covid-19 sebelum dan selama PPKM harus dijelaskan secara gamblang ke publik. Lebih jelasnya data perbandingan harus disajikan untuk mengukur keberhasilan atas kebijakan tersebut,” tambah dia.

Kedua, kata Saswa, presentase claster selama PPKM perlu disampaikan ke publik. Hal ini menurutnya untuk mengukur daripada proses penularan virus terjadi dimana saja.

BACA JUGA:   OKP Kendari Santuni Ponpes Hidayatullah dan Doa Bersama

“Apakah di warkop, di tongkrongan dll. Artinya jika ini diketahui maka secara tidak langsung mobilitas ketempat-tempat tersebut secara tidak langsung membuat masyarakat justru akan menghindar dini,” ungkap Saswal.

Ketiga, ia juga menyoroti para aparatur kemanan penegakan PPKM tidak boleh dilakukan dengan cara sarkasme ataupun represif dalam merazia para pelanggar.

“Cara-cara taktis dan berperikemanusiaan mestinya yang dipertontonkan ditengah-tengah pemberlakuan PPKM. Mengingat marak beredar di media sosial kejadian dengan cara represif dan tidak berperikemanusiaan kerap kali dipertontonkan selama penerapan PPKM ini,” pinta Saswal.

Keempat, kompensasi untuk masyarakat yang terkena dampak dari kebijakan PPKM harus diberikan sesegera mungkin oleh pemerintah. Misalnya para pedagang yang dibatasi aktifitasnya. Mereka harus dipikirkan sumber pemasukan ekonomi selama PPKM. Dengan itu tidak ada alasan bagi mereka untuk berjualan di luar rumah selama PPKM.

BACA JUGA:   Gelar Unras, Massa Minta Inspektorat Konkep Audit Kades-Kades dan BPN

“Kelima, sosialisasi vaksinasi oleh berbagai stakeholder harus masif dilakukan guna mencuatkan animo masyarakat untuk mau di vaksin. Karena tidak sedikit masyarakat yang tidak mau divaksin dengan alasan berbagai dampak buruk dari vaksin tersebut,” imbuhnya.

Ia menginginkan cara-cara cerdas harus dilakukan dengan baik. Meskipun Herd Imunity atau kekebalan komunal sangat dibutuhkan untuk menekan penularan covid-19 ditengah-tengah masyarakat. Pelibatan relawan, komunitas, organisasi, tokoh masyarakat, diperlukan untuk memudahkan vaksinasi terhadap berbagai elemen masyarakat.

Laporan : Redaksi

Share :

Baca Juga

Asumsi Rakyat

HMI Mpo Kendari Pertanyakan Proses Peyimpanan Vaksin di Sultra

Asumsi Rakyat

Gelar Demonstrasi, AMK Bersatu : Munas Kadin Wajib Didukung

Asumsi Rakyat

Peringati Hari Air Dunia, Balai Wilayah Sulawesi IV Kendari Tanam 600 Pohon

Asumsi Rakyat

Sorak Malam, OASIS Sultra Minta Kapolres Kendari Bersikap Adil

Asumsi Rakyat

Polemik PT AKP Dan PT AKM, Polda Sultra Jangan Jadi Alat Korporasi Pertambangan

Asumsi Rakyat

Alumni Jabodetabek UHO : Soal Pelaporan Senat UHO di Bareskrim, Pria Brewok Hanya Cari panggung

Asumsi Rakyat

Bermodal Asumsi Masyarakat, Polda Sultra Amankan Pengedar Narkotika

Asumsi Rakyat

Tolak PPKM, Pendemo : Tidak Ada Manfaatnya Untuk Rakyat