Home / Hukum / Nasional

Senin, 14 Desember 2020 - 00:45 WIB

FPI Bantah Polisi Terkait HRS Ajak Kerumunan

Sekretaris Bantuan Hukum DPP Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar.

Sekretaris Bantuan Hukum DPP Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar.

JAKARAT – Aziz Yanuar Sekretaris Bantuan Hukum Front Pembela Islam (FPI), menegaskan bahwa Rizieq Shihab tidak pernah membuat hasutan untuk mengajak berkerumun dalam kegiatan di Petamburan, beberapa waktu lalu di Jakarta Pusat.

Ia Mengatakan kalau kliennya telah sempat diperiksa terkait substansi penerapan Pasal 160 KUHP.

Hanya saja, kata dia, narasi dalam video tersebut tidak masuk pada perspektif mengajak untuk kerumunan, tetapi bentuk ajakan pada kebaikan untuk hadir di acara maulid Nabi Muhammad SAW.

BACA JUGA:   Presiden Jokowi Terbitkan Aturan Mengenai Perlindungan Anak Dalam Proses Hukum

“Ketika saya dampingi sudah memperlihatkan dugaan video mirip dengan beliau yang narasinya mengajak untuk datang ke acara maulid, tapi dalam perspektif kami, kami mengajak ke acara maulid acara yang baik lah bukan mengajak berkerumun,” kata Aziz kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (13/12).

Aziz juga menyebut kalau video yang ditunjukkan penyidik dalam kaitannya dengan kasus tersebut merupakan video Rizieq saat menghadiri acara maulid Nabi Muhammad di Tebet, Jakarta Selatan.

BACA JUGA:   Puan Apresiasi Pemda Yang Berhati-Hati Terapkan PTM

Hal itulah yang membuatnya membantah Pasal 216 yang disangkakan itu, terkait dengan upaya tes swab Rizieq. Dia juga heran mengapa kliennya dikenakan sanksi denda protokol kesehatan namun juga kini dibayang-bayangi hukuman pidana.

Rizieq dijerat dengan Pasal 160 dan 216 KUHP dan pihak Kepolisian juga menyebut kalau Rizieq telah mengundang massa ke acara Maulid Nabi Muhammad dan pernikahan putrinya. Setelah menjadi tersangka dan telah diperiksa oleh penyidik selama kurang lebih 14 jam, pentolan FPI itu segera ditahan.

BACA JUGA:   Muncul Petisi Meminta Ketua KPK Diberhentikan

Menanggapi hal tersebut, Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono  pun menjelaskan bahwa, salah satu alasan subyektif penyidik menahan tersangka kasus pelanggaran protokol kesehatan Rizieq Shihab ialah agar tersangka tidak melarikan diri.

Selain itu, kata dia, penyidik memiliki dua alasan subyektif lain menahan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) tersebut, yaitu agar tidak menghilangkan barang bukti, serta mengulangi perbuatan pidana serupa.

(*Ikky/Asumsirakyat.id)

Share :

Baca Juga

Hukum

Jejak Korupsi Nurdin Abdullah Kembali Ditemukan KPK di Empat Lokasi

Asumsi Rakyat

SBY – AHY Diperintah Mencium Tangan Megawati, Begini Sikap dr Syafrizal

Nasional

Puan Harap Vaksin Untuk Anak Segera Diadakan

Nasional

Pengamat Bilang PPN Sekolah Semakin Mahal

Nasional

DPR Dukung Pengembangan Motor Listrik

Nasional

Anggaran Pendidikan Untuk Tingkatkan SDM

Kesehatan

Lulus Uji Prevaksinasi, Hari Ini Presiden Joko Widodo Disuntik Vaksin

Nasional

DPR Jelaskan Peniadaan THR Guru Beberapa Bulan Lalu