Home / Nasional / Politik

Jumat, 5 Februari 2021 - 18:00 WIB

Jika Kudeta Berhasil, Demokrat Khawatir Tak Bisa Ikut Pemilu 2024

Sekretaris Jenderal atau  Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya

Sekretaris Jenderal atau Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya

ASUMSIRAKYAT.ID – Jika gerakan kudeta yang dilakukan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dengan sejumlah kader berhasil dilakukan. Sekretaris Jenderal atau Sekjend Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya khawatir partainya tidak akan ikut serta di Pemilu 2024.

Kata dia, banyak contoh kehancuran partai dimulai dari dualisme kepengurusan.

“Jika skenario buruk itu terjadi, Demokrat tentu tidak bisa berpartisipasi dalam Pemilu 2024 dan pilkada mendatang,” kata Riefky dalam siaran resmi DPP Partai Demokrat, pada Jumat (5/2).

BACA JUGA:   DPR Dukung Pengembangan Motor Listrik

Riefky mengungkapkan, nasib partainya akan begitu malang jika kudeta tersebut berhasil dilakukan. Sebab, kata Riefky, Pemerintah bisa saja menyatakan Demokrat tidak sah karena terdapat dua ketua umum.

Ia juga mengungkapkan kekhawatiran ini menjadi alasan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkap isu tersebut ke publik.

Tak hanya itu, Riefky juga menegaskan, bahwa partainya akan menghadapi gerakan kudeta Moeldoko dengan cara baik-baik. Karena menurut dia, upaya tersebut dilakukan demi nasib jutaan kader Demokrat.

BACA JUGA:   Dikabarkan Data 10 Kementerian Dibobol Hacker China, Polri : Masih Aman

“Agar kedaulatan dan kelangsungan hidup Demokrat tetap terjaga,” Ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Demokrat telah mengungkap terkait adanya upaya pengambilalihan partai yang melibatkan lingkaran dekat Presiden Joko Widodo (Jokowi). Yaitu, Kepala Staf Kepresiden Moeldoko dituding sebagai dalang di balik gerakan itu.

BACA JUGA:   DPR Ingatkan Pentingnya Perspektif Gender dalam Penanganan Pandemi

Saat itu, Moeldoko membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan pertemuannya dengan sejumlah kader Demokrat hanya untuk silaturahmi biasa.

“Saran saya ya, menjadi seorang pemimpin harus pemimpin kuat, jangan mudah baperan, terombang-ambing, dan seterusnya,” ujar Moeldoko saat jumpa pers daring, Senin (1/2).

“Kalau anak buah tidak boleh pergi ke mana-mana, ya diborgol saja,” ujar mantan Panglima TNI itu.

Laporan : Tim

Share :

Baca Juga

Daerah

25.818 KK di Sultra Terima SK Hutan Sosial dan Tanah Reforma Agraria

Nasional

Ketua MUI Pusat Dikabarkan Kecelakaan Parah

Nasional

PP Muhammadiyah Tolak Rencana Penerapan PPN

Hukum

Komnas HAM Tetapkan Polisi Melanggar, Mardani PKS Minta Masyarakat Kawal Terus Hasilnya

Asumsi Rakyat

Melalui Kerja Sama Dengan BNI, BP2MI Berikan Dua Cara Lindungi (PMI)

Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Meningkat, Gus AMI : Jadi Harapan Baru Bagi Bangsa

Nasional

Perusahaan Bisa PHK Buruh Tanpa Pesangon Penuh Akibat PP Turunan UU Cipta Kerja

Nasional

FSN Gelar Aksi Kebhinekaan dan Tolak Hadir Ormas yang Tak Sepakat dengan Pancasila