Home / Daerah

Sabtu, 30 Januari 2021 - 15:23 WIB

Juliari Peter diperiksa KPK Terkait Korupsi Bansos

ASUMSIRAKYAT.ID – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara dalam kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020 di Kementerian Sosial RI.

Diketahui, Juliari Peter diperiksa bersama dua tersangka lainnya pada Jumat, 29 Januari 2021 kemarin. Dua tersangka lain yang diperiksa itu merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kemensos Adi Wahyono, serta Harry Van Sidabukke selaku pihak swasta.

BACA JUGA:   Wali Kota Kendari Akui MAN 1 Kendari Banyak Melahirkan Generasi Bermanfaat

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengungkapkan, bahwa ketiga tersangka tersebut masing-masing dicecar terkait proses awal perencanaan pengadaan bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek.

“Tim penyidik masih terus mendalami melalui pengetahuan para tersangka tersebut terkait tahapan awal perencanaan pengadaan bansos untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020 di Kemensos RI,” ujar Ali melalui keterangannya seperti mengutip di Merdeka.com, Sabtu (30/1).

BACA JUGA:   Sertifikat Vaksin Keliru Jika Jadi Syarat Mengakses Tempat Umum

Dalam kasus tersebut, KPK menetapkan mantan Mensos Juliari Peter Batubara dan empat tersangka lainnya sebagai tersangka suap terkait program bantuan sosial penanganan virus corona (Covid-19) di wilayah Jabodetabek tahun 2020.

Keempat tersangka lainnya dalam kasus ini adalah, pejabat pembuat komitmen di Kementerian Sosial (Kemensos) Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono, serta Ardian I M dan Harry Van Sidabukke selaku pihak swasta.

KPK menduga, berdasarkan temuan awal, Juliari menerima Rp10.000 perpaket sembako dengan harga Rp300.000. Namun menurut KPK, tak tertutup kemungkinan Juliari menerima lebih dari Rp10.000. Total uang yang sudah diterima Juliari Rp17 miliar.

BACA JUGA:   Bank Mitra Kemensos Diminta Legislator PKB Agar Selesaikan Gagal Salur PKH

KPK juga menduga Juliari menggunakan uang suap tersebut untuk keperluan pribadinya, seperti menyewa jet pribadi. Selain itu, uang suap tersebut juga diduga dipergunakan untuk biaya pemenangan kepala daerah dalam Pilkada Serentak 2020.

Laporan : Tim

Share :

Baca Juga

Daerah

Brikade Gus Dur Kunjungi Rumah Dinas Wabub Jember

Asumsi Rakyat

Jembatan Buton-Muna Mulai Dibangun Tahun Depan

Daerah

Buka Musda MUI, Gubernur : Kedepankan Prinsip Saling Mendahulukam dan Tidak Saling Mendahului

Daerah

Harlah Pancasila, Ali Mazi Pesan Ke Generasi Muda Agar Tak Lupakan Sejarah

Daerah

Wagub Sultra Lukman Abunawas Resmi Sandang Magister Hukum

Daerah

GMNI Kendari Lebarkan Sayap Organisasi Hingga Ke Morowali Sulteng

Daerah

Istri Polisi Laporkan Suami Lentaran Tak Mau dimadu

Daerah

Hari Ini Kasus Covid-19 di Sultra Bertambah 68 Orang