Home / Hukum / Nasional

Rabu, 16 Desember 2020 - 17:17 WIB

Kadernya Ditahan, PB PMII : POLDA Sultra Jangan Asal Tetapkan Tersangka

Ketgam : Muhiddin Nur, Ketua Kaderisasi Nasional Pengurus Besar (PB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)

Ketgam : Muhiddin Nur, Ketua Kaderisasi Nasional Pengurus Besar (PB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)

ASUMSIRAKYAT.ID – Aksi Demonstrasi senin (14/12) yang berujung kebakaran di Perusahaan tambang di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) kini menemui babak baru.

Kelima orang yang sebelumnya tengah diperiksa intensif di Polda Sultra sebagai saksi kini ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Ketetapan Tersangka yang dikeluarkan oleh Polda Sultra, tertanggal 15 Desember 2020, dengan dijerat Pasal 160 KUHP dan atau Pasal 216 ayat (1) KUHP Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/581/XII/2020/SPKT yang ditandatangani langsung oleh Dir Res Krimum, Kombes Pol La Ode Aries.

BACA JUGA:   Penganiayaan Orang Nigeria di Jakarta Dijelaskan Secara Detil Dari KemenkumHAM

Menanggapi hal tersebut, Pengurus Besar (PB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menyayangkan tindakan Polda Sulawesi Tenggara yang tanpa bukti cukup kuat untuk menaikkan status kelima orang tersebut menjadi tersangka. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Kaderisasi Nasional PB PMII, Muhiddin Nur.

” Tanpa ada bukti yang cukup kuat, ditambah lagi orang diluar massa aksi yang melakukan pembakaran, kok yang ditetapkan sebagai tersangka malah Korlap Aksi, ini tentunya bentuk kriminalisasi terhadap Aktivis” Ucapnya.

BACA JUGA:   Ketua MUI Pusat Dikabarkan Kecelakaan Parah

Muhiddin mengungkapkan, Kader PMII (Ilham Saputra), yang merupakan salahsatu dari 5 orang yang ditangkap juga sudah mengantongi bukti video saat berlangsungnya unjuk rasa bahwa mereka tidak terlibat sedikitpun dalam upaya penghasutan pembakaran Perusaahan VDNI, Namun Justru dia menenangkan massa aksi agar tidak terjadi bentrok.

“Dia (Ilham Saputra) mengajak massa aksi untuk tidak terjadi bentrok, walaupun Pihak Humas PT VDNI memprovokasi dengan lemparan batu ke arah massa aksi, dan seketika dia juga menarik massa aksi agar menjauh dari insiden lemparan batu, bahkan saat insiden kebakaran terjadi rentang waktu massa aksi meninggalkan lokasi kejadian juga cukup lama, jadi itu tindakan provokator di luar massa aksi” Tambah Muhiddin.

BACA JUGA:   PT Bososi Pratama Diduga Palsukan Rapat Umum Pemegang Saham

Pihak Polda Sultra harusnya bisa Fair dalam menangani sebuah perkara, tidak ada upaya kriminalisasi, ataupun mengaburkan kejadian sebenarnya.

“Harusnya yang ditangkap para pembakar perusaahan, bukan malah kader kami yang memperjuangkan hak buruh” Tutup Muhiddin

Laporan : Tim Redaksi

Share :

Baca Juga

Nasional

Nilai Firli Di KPK Sektor Penindakan Bermasalah, Ini Alasan ICW

Ekonomi

Gus AMI Harap Keberadaan BLK Dalam Menyiapkan SDM Unggul

Nasional

Pilkada Serentak 2020 KPU Siapkan APD Habiskan Dana 586,Miliyar

Nasional

Pemerintah Harus Antisipasi Resiko Pilkada

Hukum

Gara-gara Tabung Gas, Pria Ini di Tangkap Polisi
Ketgam: Presiden Jokowi akan gratiskan vaksin covid 19

Nasional

Berubah Pikiran, Presiden Jokowi Akan Gratiskan Vaksin Covid-19

Nasional

Jangan Pornografi Saja, Kominfo Mesti Menutup Konten Menista Agama

Nasional

Menkes: Vaksin Merah Putih Baru Bisa Digunakan Tahun 2022