Home / Nasional

Jumat, 1 Januari 2021 - 12:42 WIB

Kaporli Keluarkan Larangan Simbol FPI, Begini Isi Maklumatnya

Ketgam: Maklumat tersebut ditandatangani tertanggal 1 Januari 2020 oleh Kapolri Idham Aziz.

Ketgam: Maklumat tersebut ditandatangani tertanggal 1 Januari 2020 oleh Kapolri Idham Aziz.


JAKARTA – Kepala Kepolisian RI (Kaporli) Jenderal Kapolri Idham Azis mengeluarkan maklumat soal pelarangan simbol, serta

kegiatan Front Pembela Islam (FPI) di masyarakat.

Maklumat tersebut ditandatangani tertanggal 1 Januari 2020 oleh Kapolri Idham Aziz.

Dikutip dari CNNIndonesia.com, dalam maklumatnya Idham meminta masyarakat tidak terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam mendukung dan memfasilitasi kegiatan serta menggunakan simbol dan atribut FPI.

Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada aparat yang berwenang apabila menemukan kegiatan, simbol, dan atribut FPI serta tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum.

BACA JUGA:   Nadiem Izinkan Sekolah Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yowono membenarkan perihal maklumat yang dikeluarkan Kapolri tersebut. “Betul,” katanya lewat pesan instan.

Berikut isi lengkap maklumat tersebut:

  1. Bahwa berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Jaksa Agung RI, Kepala Kepolisian Negara RI dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Nomor: 220-4780 Tahun 2020; M.HH 14.HH.05.05 Tahun 2020; 690 Tahun 2020; 264 Tahun 2020;KB/3/XII/2020; 320 Tahun 2020 tanggal 30 Desember 2020 tentang Larangan Kegiatan, Penggunaan Simbol dan Atribut Serta Penghentian Kegiatan Front Pembela Islam.
  2. Guna memberikan perlindungan dan menjamin keamanan serta keselamatan masyarakat pasca dikeluarkan keputusan bersama tentang Larangan Kegiatan, Penggunaan Simbol dan Atribut serta Penghentian Kegiatan Front Pembela Islam (FPI) dengan ini Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia mengeluarkan maklumat agar:
BACA JUGA:   Baca Teks Proklamasi HUT 76, Puan Ingat Amarhum Kakeknya

a. masyarakat tidak terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam mendukung dan memfasilitasi kegiatan serta menggunakan simbol dan atribut FPI;

b. masyarakat segera melaporkan kepada aparat yang berwenang apabila menemukan kegiatan, simbol, dan atribut FPI serta tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum;

BACA JUGA:   Presiden Jokowi Optimis Indonesia Akan Terus Mencetak Atlet Berprestasi

c. mengedepankan Satpol PP dengan didukung sepenuhnya oleh TNI-POLRI untuk melakukan penertiban di lokasi-lokasi yang terpasang spanduk/banner, atribut, pamflet, dan hal lainnya terkait FPI; dan

d. masyarakat tidak mengakses, mengunggah, dan menyebarluaskan konten terkait FPI baik melalui website maupun media sosial.

  1. Bahwa apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat ini, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, ataupun diskresi Kepolisian.
  2. Demikian maklumat ini, untuk menjadi perhatian dan di laksanakan sebagaimana mestinya.

(*Din/Asumsirakyat.id)



 

Share :

Baca Juga

Nasional

Puspoll Indonesia Ungkap Elektabilitas Prabowo Tertinggi Dalam Survei Capres

Nasional

Aturan Penggolongan SIM Bakal Segera Disosialisasikan

Nasional

Didukung Kembali Jadi Menteri KKP, Susi Pudjiastuti Dirumorkan Calon Menparekraf

Nasional

Jangan Permainkan Aturan Masuk TKA

Asumsi Rakyat

Istri AHY : KLB Demokrat Bentuk Pemerkosaan Demokrasi

Hukum

Shabri Lubis dan Panglima Laskar FPI diancam di Tangkap Polisi

Nasional

DPR Jelaskan Peniadaan THR Guru Beberapa Bulan Lalu

Ekonomi

Kemenkeu Prediksi Bansos Covid-19 Turunkan Angka Kemiskinan