Home / Nasional

Kamis, 3 Desember 2020 - 13:03 WIB

KPU Jelaskan Aturan Pemilih Bagi Pasien Covid-19

(Dok : Ilustrasi Pemilu Legislatif)

(Dok : Ilustrasi Pemilu Legislatif)

JAKARTA (ASUMSI RAKYAT ID) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjelaskan soal aturan pasien Covid-19 agar diperbolehkan memilih di tempat pemungutan suara (TPS) yang paling dekat dari rumah sakit pada Pilkada 2020.

“Bukan datang ke TPS, tapi petugasnya yang akan mendatangi ke rumah sakit,” kata Dewa kepada Awak Media, Rabu (2/12).

Bahkan, dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 6 Tahun 2020 pasal 72 ayat (1), disebutkan bahwa pemilih yang sedang menjalani rawat inap, isolasi mandiri, dan/atau positif Covid-19 dapat menggunakan hak pilihnya di TPS terdekat.

BACA JUGA:   Zona Orange di Jatim Bertambah Menjadi 15 Dari 38 Daerah

Lihat Juga :  Siap Pilkada, KPUD Konkep Akan distribuskan Logistik di Tujuh Kecamatan 

“Ada ketentuan lanjutan pada ayat (3) pasal tersebut. TPS terdekat mengirim maksimal dua orang petugas untuk melayani para pemilih itu di rumah sakit tempat mereka dirawat,” Sebut Dewa.

Petugas yang dikirim wajib menggunakan APD lengkap dan merahasiakan pilihan pemilih. Pelayanan dimulai pukul 12.00 waktu setempat.

BACA JUGA:   RUU PKS Solusi Payung Hukum Penanganan Kasus Kekerasan Seksual

“Namun tak ada paksaan bagi pemilih untuk ikut dalam pilkada,” Tegasnya.

“Bagaimana kalau ada pasien dalam keadaan kritis? Dilihat di lapangan apakah mereka memungkinkan atau tidak menggunakan hak pilihnya. Prinsip kami seoptimal mungkin memberi fasilitas” tutup Dewa.

(Redaksi/Asumsirakyat.id)

Share :

Baca Juga

Asumsi Rakyat

Takut Figurnya Kalah di Kongres PMII Ke-XX, Salah Satu Politisi PKB Gelar Konsolidasi Pemenangan

Nasional

Hasil Swab Test Habib Rizieq Belum Jelas, Positif Atau Negatif?

Nasional

Harga Naik Dan Ada Tanda Bahaya Rokok Tak Mempengaruhi Angka Konsumtif

Asumsi Rakyat

Jokowi Resmi Cabut Aturan Investasi Miras

Hukum

Usut Tuntas Pelanggaran Prokes Polri Tetapkan 45 Dugaan Tersangka, Ini Ulasanya

Asumsi Rakyat

GP Ansor Sultra Mengecam Aksi Bom Bunuh Diri di Makassar

Ekonomi

DPR Minta Harga Sembako E-Warung BPNT Tidak Boleh Lebih Mahal dari Harga Pasar

Nasional

Heboh, Tokoh NU Ditenggelamkan Komunis Dimunculkan