Home / Pendidikan

Jumat, 5 Februari 2021 - 23:24 WIB

Kurang Paham Materi Yang Diberikan Guru, Beberapa Siswa Bombana Mengeluh Karena Belajar Online

Ilustrasi Siswa SMAN di Bombana

Ilustrasi Siswa SMAN di Bombana

ASUMSIRAKYAT.ID –  Sulawesi Tenggara (Sultra) semenjak peraturan Gubernur Nomor : 420/105 tertanggal 8 Januari 2021 mengintruksikan bahwa seluruh sekolah harus menunda rencana belajar tatap muka/online.

Namun seiring berjalannya aturan Gubernur tersebut, beberapa siswa di Kab. Bombana mengeluh dengan belajar dalam jaringan (Daring) tersebut. Siswa tersebut berasal dari SMAN 9 Bombana.

Keluhan tersebut diterima asumsirakyat.id pada 5 Februari 2021 di Kecamatan Poleang Tengah desa Mulaeno.

Saputri Siswa SMAN 9 Bombana mengungkapkan, belajar online sangat sulit bagi mereka untuk memahami materi pelajaran. Selain sulit dipahami, juga tidak efektif saat pembelajaran berlangsung.

BACA JUGA:   Tidak Efektif, BEM STMIK Catur Sakti Kendari Tolak Pembelajaran Daring

“Bahwa belajar online sangat sulit untuk kami memahami mata pelajaran terkhusus mata pelajaran Umum. Belajar online juga sangat tidak efektif, karena pengaruh jaringan kurang baik sehingga belajar online terganggu,” Kat Saputri siswa SMAN 9 Bombana, pada 05 Februari 2021.

Selain itu, Siswa yang lainnya (Esmiranda) yang juga merupakan siswa SMAN 9 Bombana mengungkapkan, semenjak sekolah Daring, tugas-tugas yang diberikan gurunya begitu banyak. Hal tersebut, kata dia, membuat mereka kewalahan.

BACA JUGA:   Korwil Sultra BEM DEMA Se-Sulawesi Dukung Kadis Dikbud Sultra Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka 

“Tugas-tugas begitu banyak saat proses belajar daring, apamungkin karena tidak bisa ketemu guru? Sehingga kita diberikan tugas disetiap mata pelajaran. Jujur kita kewalahan mengerjakannya,” Ungkap Esmiranda (5/2)

Salah seorang Siswa SMPN 3 Poleang Selvina Adel juga mengatakan bahwa belajar secara online membuat mereka kesulitan menerima materi dengan efektif dan juga tidak begitu puas dalam menerima materi. karena waktu yang diberikan terbatas.

“Selama belajar Online kami sangat kesulitan menerima materi dengan baik. Kami tidak puas pokoknya,” Beber Selvina (5/2)

BACA JUGA:   Wali Kota Kendari Harap Lulusan FEB UHO Bantu Pembangunan Kota

Yang terakhir adalah Siswa asal 7 Bombana Suci Febrianti. Ia juga membeberkan keluhannya melalui Via WhatsApp (5/2). Kata dia, semenjak belajar online dirinya begitu lebih kesulitan memahami materi khususnya materi menyangkut rumus (MIPA).

“Belajar online ini agak kesulitan, apalagi kalau pelajaran yang menyangkut rumus. Dalam ruangan saja sulit dimengerti, apalagi ini belajar online. Jadi lebih susah dimengerti,” Tutup Suci.

Laporan : Salma

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Kemkominfo buka Program Beasiswa S2 Dalam dan Luar Negeri di TA 2021

Daerah

SKhN 1 Kendari Gelar Penerimaan Rapor dan Pengukuran Baju Batik buatan Siswa

Pendidikan

Sekolah di Konkep Mulai di Buka, SMAN 1 Wanut Haruskan Siswa Jaga Jarak

Daerah

Usai Gelar Unras Tuntut Transparansi BMW dan Copot Kadis, GAWP Pastikan akan Lanjut ke Ombudsman

Daerah

Beasiswa Wawonii Cerdas dipastikan Akan Segera Cair

Pendidikan

SKhN 1 Kendari Persiapkan Strategi di Era Baru

Asumsi Rakyat

SKhN 1 Kendari Sukses Laksakan Ujian Tingkat SDLB, SMPLB, Dan SMA LB

Daerah

Wagub Sultra Lukman Abunawas Resmi Sandang Magister Hukum