Home / Ekonomi

Senin, 7 Desember 2020 - 04:23 WIB

Menko RI: Vaksinasi Corona Harus Lewati Evaluasi BPOM

Mentri Ekonomi RI (Foto : Kompas)

Mentri Ekonomi RI (Foto : Kompas)

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap meski Vaksin Corona sudah datang di Indonesia, namun pelaksanaan vaksinasi corona masih harus melewati tahapan evaluasi BPOM.

“Meskipun vaksin corona telah tiba di Indonesia, tapi pelaksanaan vaksinasi harus melewati tahanan evaluasi BPOM untuk memastikan aspek mutu, keamanan dan efektivitas,” ujarnya dalam keterangan pers yang disiarkan langsung dalam akun YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (6/12).

Lihat Juga : Di Sultra Nilai Tukar Petani Mengalami Penurunan

BACA JUGA:   Sertifikat Vaksin Keliru Jika Jadi Syarat Mengakses Tempat Umum

Dilansir dari CNN Indonesia, Airlangga  menjelaskan kedatangan dan ketersediaan vaksin corona dilakukan secara bertahap. Begitupula pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan bertahap dengan memprioritaskan tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik.

“Hal ini telah diatur secara teknis oleh Menteri Kesehatan,” tambah Airlangga.

Airlangga menjabarkan pengadaan vaksin corona tertuang dalam Peraturan Presiden nomor 99 tahun 2020 dan diatur lebih lanjut dalam Peraturan Menteri Kesehatan nomor 98 tahun 2020 tentang penugasan PT Bio Farma (Persero) dalam pengadaan vaksin corona.

BACA JUGA:   52% Guru Madrasah di Indonesia Sudah Vaksin

Dalam peraturan-peraturan tersebut telah disebutkan dan diatur skema pelaksanaan vaksinasi yaitu vaksin program pemerintah yang disediakan secara gratis dan vaksin mandiri yang disediakan secara berbayar untuk masyarakat.

Lihat Juga : Wika Realty Bakal Jadi Induk Holding Perhotelan BUMN

“Aturan rinci untuk kedua skema tersebut akan segera diterbitkan dalam satu dua minggu ke depan,” papar Airlangga.

BACA JUGA:   Pertumbuhan Ekonomi Meningkat, Gus AMI : Jadi Harapan Baru Bagi Bangsa

Seperti yang diketahui, vaksin corona buatan Sinovac telah hadir di Indonesia sebanyak 1,2 juta dosis dari Sinovac. Vaksin yang dibawa oleh pesawat Garuda Indonesia dengan rute Jakarta-Beijing-Jakarta ini menggunakan kargo khusus.

Dalam keterangan persnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih akan mengusahakan tambahan vaksin covid-19 sebanyak 1,8 juta yang akan didatangkan pada Januari 2021.

(CNN/Asumsirakyat.id)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

BI Sultra Bakal Lakukan Pengembangan Kawasan Pariwisata

Ekonomi

Perpanjang Stimulus Hingga Maret 2020, OJK, Ini Sebagai Langkah Antisipatif

Bisnis

OJK Sultra Ingatkan Masyarakat dan Investor Berhati-hati Dalam Menggeluti Bisnis Vtube

Daerah

Buruh Pelabuhan Wawonii Gelar Unras Terkait Isu Pemindahan Pelabuhan Kapal Kayu

Bisnis

Wali Kota Kendari : Pemkot Saat Ini Terus Menggali Potensi Kelautan

Daerah

Bukan Tambang, Tapi Ini Investasi Besar Yang Sekarang Masuk di Kota Kendari

Asumsi Rakyat

BEI Sultra : Pasar Modal Berkembang Di Awal Tahun 2021

Ekonomi

Kemenkeu Prediksi Bansos Covid-19 Turunkan Angka Kemiskinan