Home / Ekonomi

Rabu, 16 Desember 2020 - 11:06 WIB

Meski Pandemi, Ekonomi Syariah Diprediksi Cerah

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA – Prediksi Head of Islamic Finance Refinitiv Mustafa Adil optimis masa depan ekonomi syariah cerah. Hal itu salah satunya tercermin dari aset keuangan syariah global yang diprediksi mampu mencapai US$3,69 triliun pada 2024.

Dilansir dari CCN Indonesia, Mustafa menyebut pertumbuhan ekonomi syariah tumbuh dua digit sebesar 14 persen pada 2019. Pertumbuhan tersebut menjadi yang terbesar sejak krisis keuangan pada 2008 silam.

Menurutnya, walau ada tren penurunan di tengah pandemi corona, beberapa instrumen keuangan syariah tetap mencatatkan pertumbuhan positif.

BACA JUGA:   Ada Enam Tantangan Ekonomi Indonesia Kedepan

Sukuk, contohnya, yang diramal mampu bertumbuh positif dari tahun sebelumnya yakni dari US$170 miliar menjadi US$175 miliar.

“Meski kami melihat pertumbuhan 2020 akan lebih kecil karena pandemi, namun kami melihat potensi pertumbuhan sukuk melebihi 2019,” katanya pada press briefing daring, Selasa (15/12).

Lebih lanjut, ia bilang pertumbuhan aset keuangan syariah tidak akan banyak dikontribusikan oleh ‘pemain lama’ seperti negara-negara Timur Tengah yang memiliki sistem keuangan syariah kuat. Melainkan, dari negara-negara berkembang dalam industri ekonomi syariah, seperti Indonesia.

BACA JUGA:   Fraksi Sultra Mengaku Akan Pressure Laporan Dugaan Korupsi Bendahara Dikbud Konut

Dalam kesempatan sama, ia juga menyampaikan harapannya agar RI dapat menjadi salah satu pemain utama dalam ekonomi syariah.

Pasalnya, Indonesia merupakan salah satu negara yang menunjukkan perkembangan cukup pesat. Pada tahun ini misalnya, Islamic Finance Development Indicator (IFDI) menempatkan industri keuangan syariah Indonesia di posisi kedua dunia.

Posisi tersebut naik dari 2019 yakni peringkat empat dunia, menggeser Bahrain dan Arab Saudi. Ia menilai peningkatan tersebut didorong oleh dukungan pemerintah RI yang gencar melakukan sosialisasi dan edukasi terkait industri maupun produk keuangan syariah.

BACA JUGA:   EDISI 31 Agustus 2021

Tak hanya melihat ukuran industri keuangan syariah itu sendiri, Mustafa menyebut indikator lainnya yang digunakan untuk mengukur pertumbuhan adalah edukasi dan kesadaran masyarakat akan industri keuangan syariah.

“Indonesia menunjukkan perkembangan yang sangat baik dalam hal edukasi dan kesadaran masyarakat. Pemerintah RI juga bekerja baik dan ini diikuti oleh tren serupa di pasar syariah lainnya,” pungkasnya.

(*Bang Kune/Asumsirakyat.id)

Share :

Baca Juga

Daerah

Buruh Pelabuhan Wawonii Gelar Unras Terkait Isu Pemindahan Pelabuhan Kapal Kayu

Asumsi Rakyat

Demi Meminimalisir Biaya, Wali Kota Kendari Resmikan Motor Listrik

Daerah

Founder GEMI : Ketua KADIN Terpilih Harus Mencanangkan Penguatan UMKM Sultra

Ekonomi

Dibantu Risma Bekerja di BUMN, Pemulung : Ini akan Lebih Baik

Ekonomi

Simpanan Masyarakat Susut Jadi Rp6.691 T per Oktober 2020

Bisnis

Siswa TK, SD, Ibu Hamil, Hingga Lansia Terima BLT Rp 3 Juta, Cek Caranya

Ekonomi

BPS Umumkan Data Statistik Penduduk Indonesia 2020

Ekonomi

Beredar Isu Pajak Baru, Mentri Sry Mulyani : Tidak Ada Pungutan Pajak Baru untuk Pulsa dan Token Listrik