Home / Nasional / Politik

Kamis, 14 Januari 2021 - 20:33 WIB

NasDem Tolak Pemilu Serentak 2024, Ini Alasannya

KENDARI – Partai Nasional Demokrat (NasDem) menolak Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) digelar serentak dengan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 nanti. NasDem ingin Pilkada tidak digabung dengan Pemilu Nasional.

Hal tersebut disampaikan Saan Mustofa salah satu Pengurus Pusat NasDem, kata dia, NasDem ingin Pilkada tetap ada pada 2022 dan 2023. Hal ini yang rencana diajukan NasDem dalam revisi UU Pemilu.

“Itu sudah kita sampaikan di draf RUU pemilu yang sudah ada sekarang,” Ungkapnya.

BACA JUGA:   Perlunya Digalakkan Budaya Baca Bagi Remaja

Terlebih lagi, kata Saan, jika Pilkada digabung dengan Pemilu Nasional maka beban penyelenggara begitu berat.

“Tanpa digabung pilkada saja, beban menyelenggarakan pileg-pilpres sudah terlalu besar dan berat,” Ujarnya.

“2019 yang lalu saja tanpa ada pilkada itu sudah kerepotan bebannya, selain beban berat tentu juga berpengaruh kepada kualitas penyelenggaraan,” Jelasnya seperti dikutip dari merdeka.com.

Ia mengungkapkan, dari sisi keamanan tidak akan memadai. Menurutnya, keamanan akan kerepotan jika pilkada dan pemilu nasional digabung.

BACA JUGA:   Anak Muda Diminta Kritisi Setiap Penyiaran

“Sekarang saja pilkada yang dipisah misalnya di sebuah daerah kabupaten ada pilkada, kepolisian setempat kan tetap meminta bantuan kepada kepolisian daerah tetangga yang tidak pilkada, jadi ada bantuan. Bagaimana kalau diserentakkan untuk memenuhi itu jadi sangat tidak memadai,” Jelasnya.

Belum lagi, kata dia, akan ada Plt (pelaksan tugas) kepala daerah yang terlalu lama menjabat bila pilkada dilaksanakan 2024. “Seperti sekarang saja siklusnya,” tutup Saan.

BACA JUGA:   Ketua DPR Ajak Masyarakat Terus Patuhi Aturan PPKM

Diketahui, provinsi yang masa jabatan gubernurnya berakhir pada tahun 2022 meliputi Aceh, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Banten, Gorontalo, Sulawesi Barat, dan Papua Barat. Sedangkan tahun 2023 ada 17 provinsi yang gubernurnya akan berakhir masa jabatannya, antara lain Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Bali, Maluku, serta Papua.

SELENGKAPNYA : Klik Merdeka.com

Reporter : Muh. Rifky

Share :

Baca Juga

Asumsi Rakyat

Wakil Ketua DPRD Koltim Apresiasi dan Dukung Istri Almarhum Bupati Koltim Dampingi Andi Merya Nur

Bisnis

DPR : Penambang Melanggar Hukum Harus Dikejar Dan Dipidana

Nasional

Ada Hal Yang Membuat Ridwan Batal Maju di Pilgub, Begini Alasannya!!

Nasional

Ini Daftar Baru Menteri Jokowi yang Dirombak pada Reshuflle Kabinet

Asumsi Rakyat

Anton Timbang Kandidat Tunggal Ketua IMI Sultra

Kesehatan

Luhut Minta Polri Tindak Tegas Penjual Obat Tak Sesuai Aturan Selama Pandemi

Politik

PKS Gelar Rakorwil, Ini Acara Momentum Penting dan Strategis

Nasional

Menag Tetapkan Idul Adha 2021 Jatuh Pada 20 Juli