Home / Nasional / Organisasi

Rabu, 10 Februari 2021 - 11:04 WIB

Ormas FPI Baru, Rizieq Tak Masuk Sebagai Salah Satu Pengurus

Petinggi FPI Rizieq Shihab mengusulkan sistem negara berbasis tauhid

Petinggi FPI Rizieq Shihab mengusulkan sistem negara berbasis tauhid

ASUMSIRAKYAT.ID – Mantan Sekretaris Umum FPI Munarman mengatakan Rizieq Shihab tak akan masuk sebagai pengurus di organisasi baru yang bernama Front Pemersatu Islam (FPI).

“Beliau penasihat,” kata Munarman melalui pesan singkat, Selasa, (9/2/2021).

Walaupun diklaim telah terbentuk secara struktural, Munarman belum bisa memastikan dirinya akan menjabat sebagai apa di organisasi baru tersebut. Selain itu, dia juga belum bisa memastikan jabatan baru untuk mantan Ketua Umum Front Pembela Islam Ahmad Shabri Lubis.

“Belum tahu,” kata Munarman.

BACA JUGA:   KemenkumHam Sultra Sosialisasikan Diseminasi Kebijakan dan Cegah Pencucian Uang

Setelah Front Pembela Islam dicap terlarang oleh pemerintah, para pengurusnya mendeklarasikan organisasi baru bernama Front Pemersatu Islam yang juga disingkat FPI.

Para deklarator Front Pemersatu Islam adalah Ahmad Shabri Lubis, Awit Mashuri, Abdurahman Anwar, Qurtubi Jaelani, Maksum Hasan, Muchsin Alatas, Teungku Muslim Attahiri, Umar Abdul Aziz Assegaf, Umar Asegaf, Bagir bin Syech Abubakar, Hasan Assegaf, Muhammad Arif Nur, Alwi Baraqah, Faisal Alhabsy, dan Munarman.

Pemerintah membubarkan FPI melalui Surat Keputusan Bersama yang diteken oleh Menteri Dalam Negeri, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Komunikasi dan Informatika, Jaksa Agung, Kepala Badan Iintelijen Negara, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme. Setidaknya ada tujuh alasan pemerintah membubarkan FPI.

BACA JUGA:   Kemnaker Gelar Halal Bi Halal Virtual Bersama Menaker RI

Alasan pertama, Anggaran Dasar FPI dinilai bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang mengatur soal organisasi masyarakat. Selain itu, Surat keterangan terdaftar (SKT) FPI di Kemendagri, disebut masa berlakunya telah habis per 20 Juni 2019.

Alasan selanjutnya, pengurus dan anggota FPI atau yang pernah bergabung di dalamnya disebut kerap terlibat kasus pidana hingga terorisme. Sebanyak 35 orang dinyatakan terlibat tindak pidana terorisme, dan 29 orang diantaranya telah dijatuhi pidana. Terakhir, FPI dinyatakan sering melakukan sweeping atau razia yang harusnya merupakan tugas dan wewenang itu ada pada aparat penegak hukum.

BACA JUGA:   Komisi VIII DPR RI : Pentingya Optimalisasi Kualitas Pendidik MAN

Pembubaran FPI terjadi tak lama setelah Rizieq Shihab kembali dari Arab Saudi. Hingga saat ini Rizieq masih ditahan di Rutan Mabes Polri karena dugaan penghasutan.

Laporan : Redaksi

Share :

Baca Juga

Nasional

Respons Sekum PP Muhammadiyah terkait Seruan Jihad dalam Azan

Nasional

Hari Ini Pendaftaran CPNS dan PPPK Belum Terbuka

Asumsi Rakyat

Kongres II API kartini : Sepakat Ganti Nama dan Tentukan Arah Politik 2024

Asumsi Rakyat

Andai Pileg Digelar Hari Ini, Parpol Inilah Pemenang

Daerah

Soal Batalnya Pemberangkatan Haji, GP Ansor Sultra Mendukung Dan Menilai Keputusan Yang Tepat Ditengah Pandemi

Nasional

KPK Tahan Pejabat Kemenag Kasus Korupsi Barang dan Jasa

Nasional

Konflik Israel-Palestina Belum Sepenuhnya Mereda

Nasional

Ahok : Nabi Muhammad Dulu Ternyata Tidak Hanya Berdakwah?