Home / Ekonomi

Minggu, 20 Desember 2020 - 22:35 WIB

Pelabuhan Patimban Resmi Beroperasi, 140 Mobil Diekspor Perdana

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) melepas keberangkatan kapal MV Ostina saat mengecek kesiapan operasional Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat. (Antara Foto/Humas Kementerian Perhubungan)

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) melepas keberangkatan kapal MV Ostina saat mengecek kesiapan operasional Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat. (Antara Foto/Humas Kementerian Perhubungan)

JAKARTA – Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan Pelabuhan Patimban telah resmi digunakan untuk kegiatan ekspor-impor usai operasional pelabuhan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

Budi mengatakan bahwa ada 140 unit mobil yang akan diekspor perdana dari Patimban menggunakan kapal NV Suzuka Express PT Toyofuji Shipping Co.,Ltd dengan tujuan Brunei Darussalam pada hari ini”.

“Pada operasi perdana pelabuhan ini akan dilakukan ekspor perdana 140 unit mobil Toyota, Daihatsu, Suzuki,” Ucap Budi dalam acara soft launching dan operasional perdana Pelabuhan Patimban, Minggu (20/12).

BACA JUGA:   Pertumbuhan Ekonomi Meningkat, Gus AMI : Jadi Harapan Baru Bagi Bangsa

Budi juga mengatakan kalau Pelabuhan Patimban merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang dibangun melalui pendanaan APBN dan pinjaman dari pemerintah Jepang.
Ia mengungkapkan kalau Pembangunan tahap pertama Pelabuhan Patimban meliputi area terminal, breakwater, seawall, dan revetment, pembangunan back up area, jalan akses, serta jembatan penghubung.

Pada tahap sekarang Budi mengatakan Patimban akan memiliki kapasitas car terminal sebesar 218 ribu CBU dan kapasitas terminal kontainer sebesar 250 ribu TEUs.
Dalam tahap kedua, yang pembangunannya dimulai 2021-2024, akan terbangun 65 hektar dan tambahan car terminal sebanyak 600 ribu CBU.

BACA JUGA:   Pertumbuhan Ekonomi Meningkat, Gus AMI : Jadi Harapan Baru Bagi Bangsa

“Selanjutnya 2024-2025 akan ada pembangunan Terminal Peti Kemas dengan kapasitas kumulatif 5,5 juta TEUs. Kemudian pada 2026-2027 pembangunan peti kemas akan dioptimalkan sebanyak 7,5 juta TEUs dan 600 ribu TEUs,” tuturnya.

Ke depan, Pelabuhan Patimban juga akan disinergikan dengan Pelabuhan Tanjung Priok sehingga akan meningkatkan efisiensi waktu biaya logistik nasional.

BACA JUGA:   Pertumbuhan Ekonomi Meningkat, Gus AMI : Jadi Harapan Baru Bagi Bangsa

“Di area ini juga akan ada Pertamina yang akan melakukan pembangunan dukungan energi bagi pelabuhan Patimban dan sekitarnya,” imbuhnya.

Selain itu, pelabuhan yang dirancang sebagai yang terbesar di tanah air itu juga akan terkoneksi dengan jalan tol dan rel kereta api.

“Diharapkan akan ada pembangunan 10 kawasan industri di sepanjang koridor utara Jawa sehingga ekonomi meningkat dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” tutupnya.

(Tim/Asumsirakyat.id)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Gus AMI Harap Keberadaan BLK Dalam Menyiapkan SDM Unggul

Bisnis

Hari Ini Tim Advance Kadin Pusat Tiba Di Kendari

Bisnis

Politisi Golkar Minta Menteri Investasi Tingkatkan Pelayanan dan Kapasitas SDM

Asumsi Rakyat

Resmi Dilantik, Kadin Sultra Diharapkan Dapat Bersinergi Dengan Pemda

Ekonomi

Presiden Jokowi Resmikan Berdirinya Bank Syariah Indonesia

Bisnis

KSPI Bakal Unjukrasa Serta Boikot Indomaret, Simak Alasan Mereka

Ekonomi

Perekonomian Indonesia Mulai Keluar Dari Resesi

Bisnis

Gelar Undian Kupon, Maxcell Sediakan Miliaran Hadiah Bagi Customernya