Home / Daerah

Selasa, 1 Desember 2020 - 09:29 WIB

Pemkab Kukar Persiapkan Ketahanan Pangan Sambut Ibu Kota Negara

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kukar Chairil Anwar. (Arumanto/Antara)

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kukar Chairil Anwar. (Arumanto/Antara)

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, gencar melaksanakan pembangunan bidang pertanian sebagai upaya membangun ketahanan pangan menyambut perpindahan ibu kota negara ke wilayah provinsi itu.

Pelaksana Tugas Bupati Kukar Chairil Anwar mengatakan, wilayah yang sangat luas, yakni 2.726.310 hektare, wilayah Kukar berpotensi untuk pengembangan sektor pertanian. ”Begitu nanti IKN sudah pindah ke sini (Kalimantan Timur), Kukar menjadi daerah penyangga utama. Dipastikan sebanyak 5 juta jiwa, menjadi penduduk tambahan baru di Kalimantan Timur. Mau tidak mau, Kukar harus swasembada pangan. Guna menopang kebutuhan pangan di IKN,” ujar Chairil Anwar seperti dilansir dari Antara di Tenggarong, Kamis (19/11).

Saat ini, lanjut Chairil Anwar, wilayah Kukar merupakan salah satu lumbung pangan untuk wilayah Provinsi Kaltim. Selain padi dan jagung, petani di Kukar juga menanam produk tanaman pangan lain seperti kedelai dan umbi-umbian. Bahkan wilayah Tenggarong Seberang sudah mengalami surplus beras dan bisa menjadi penopang pangan IKN bersama sejumlah kecamatan lain di Kukar seperti Samboja, Muara Jawa, Sangasanga, Loa Janan, Loa Kulu, dan Kota Bangun.

BACA JUGA:   Wali Kota Kendari Serahkan Bantuan Perbaikan Rumah Warga Tak Layak Huni

Sejauh ini dipastikan IKN akan terwujud pada 2024. Untuk itu sejak dini, Pemkab Kukar terus mendorong sejumlah kawasannya mengembangkan bidang pertanian. ”Masih banyak lahan tidur di Kukar. Semua itu harus digarap maksimal. Agar daerah ini jadi lumbung pangan di Kalimantan Timur. Sebagai penopang IKN,” jelas Chairil Anwar.

Pihaknya berharap kebutuhan sayur, buah, dan beras yang didatangkan dari Pulau Jawa dan Sulawesi, ke depan dipenuhi petani di Kukar.

BACA JUGA:   Bapemperda DPRD Kota Kendari Bahas Raperda Perstujuan Bangunan Gedung 

Senada dengan pelaksana tugas bupati, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar Sunggono mengatakan, pemenuhan pangan di IKN, tidak harus diserahkan kepada persaingan pasar sempurna. Pasalnya, di wilayah penyangga IKN seperti Kabupaten Kutai Kartanegara juga punya potensi untuk pengembangan industri pertanian, jika dilakukan dengan metode dan konsep yang lebih modern.

”Perlu bantuan dari pusat, baik tenaga ahli, peralatan untuk melakukan pembinaan para petani di daerah, sehingga masyarakat Kukar tidak hanya menjadi penonton,” kata Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar Sunggono.

Menurut dia, Pemkab Kukar sedang menyusun grand design untuk memetakan wilayah yang bisa dikembangkan sebagai lahan pertanian. ”Kami sedang memetakan wilayah untuk program mekanisasi pertanian,” ujar Sunggono.

BACA JUGA:   Makna HUT RI Bagi Wali Kota Kendari

Selain itu, Sunggono mengatakan, Pemkab Kukar tengah meramu skema pemanfaatan lubang bekas tambang untuk sektor pertanian dan peternakan. ”Sejumlah bekas lubang tambang telah dimanfaatkan warga sebagai embung untuk menampung air hujan,” terang Sunggono.

Sunggono juga meminta Pemerintah Pusat untuk melihat potensi sumber daya manusia yang dimiliki Pemkab Kukar. Di antaranya dengan memaksimalkan ASN di Kukar dalam pemerintah pusat nanti. ”Kami mempunyai tenaga ASN lebih dari 14 ribu, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk persentasenya sebesar 2,5 persen. Padahal standar idealnya hanya 1,5 persen, kelebihan tenaga ASN itulah yang bisa dipertimbangkan bisa masuk di pemerintahan pusat,” ucap Sunggono.

Sumber : JawaPos.com

Share :

Baca Juga

Daerah

2 Wanita dan Pria Main Kuda-kudaan Tanpa Celana Dalam di Ruang Karaoke

Daerah

Bangun Talud untuk Warga, Dinsos Kendari ; Untuk Menopang Jalan Yang Masuk Ke Pemukiman

Daerah

Gubernur Pimpin Rakor Persiapan Pembangunan Politeknik Pertambangan Konawe

Daerah

E-Koran Edisi #9

Daerah

Menindaklanjuti PPKM, Tim Gabungan Kendari Awasi TPI

Daerah

Sakit Hati Karena Diputuskan, Wanita Ini Nekat Bunuh Diri

Daerah

Pilkada Wilayah Sultra Tidak Ada Pemilihan Suara Ulang

Asumsi Rakyat

Karena Laptop, Tukang Becak Ditangkap Polisi