Home / Kolom Asumsi

Senin, 11 Januari 2021 - 15:25 WIB

Pemuda Sebagai Pemangku Kemajuan Sebuah Bangsa

Salahsatu tolak ukur kemajuan sebuah bangsa adalah pendidikan. Bagi bangsa Barat sendiri, melihat sebuah pendidikan itu diperumpamakan sebagai sebuah kehidupan, dimana telah mafhum bagi para pegiat ilmu pengetahuan, bahwa kebangkitan kembali bangsa Barat dari keterpurukan, dimulai dari Upgrading ilmu pengetahuan.

Mereka sangat jeli melihat peradaban bangsa Timur kala itu yang dalam catatan sejarah mampu membuktikan kejayaannya melalui ilmu pengetahuan. Berangkat dari hal tersebutlah yang membuat mereka beranjak untuk belajar ke bangsa timur dengan begitu giat, lalu pulang ke Barat dengan membawa serta ilmu pengetahuan yang kemudian diajarkannya ilmu pengetahuan tersebut kepada orang-orang di bangsanya, hingga hari ini kita dapat melihat hasil kerja keras mereka dimasa lalu.

Dewasa ini, budaya barat tengah gencar gencarnya mengekspansi bangsa Timur. Bukti konkret terkait hal ini adalah pembaca dapat melihat dan merasakan sendiri melalui celana Levis dan baju kaos yang sedang anda gunakan , itu tidak lain adalah buatan bangsa Barat. Di sisi lain hari ini bangsa Barat tengah ber euforia dengan kekayaan teknologi yang mereka miliki, bahkan kekayaan ekonomi, ilmu pengetahuan, dan hampir seluruh aspek kehidupan adalah di bawah kekuasan mereka. Terlepas dari itu, kita juga tidak menafikan pengaruh China dan Turki hari ini, namun masih belum bias menonjol untuk dominan dalam melampaui peradaban bangsa Barat.

BACA JUGA:   Randi dan Yusuf, Aktivis Sebenarnya Versi Munir

Timbul Pertanyaan yang sederhana dan jawaban yang sederhana adalah, Apa kunci kemajuan bangsa Barat hari ini? Tentunya Ilmu Pengetahuan. Lalu siapa Objek yang bisa mengimplementasikan kemajuan peradaban bangsa ? Hemat penulis bahwa kunci kemajuan sebuah bangsa adalah dengan memberdayakan para pemuda.

Di Indonesia sendiri terdapat tempat vital sebagai tempat berkumpulnya para generasi muda, yaitu Kampus atau Perguruan Tinggi yang juga merupakan salah satu upaya pemerintah untuk proses pemberdayaan itu. Namun sayangnya, hari ini banyak sekali mahasiswa yang tidak sadar akan hal tersebut. Mereka hanya mengikuti perkuliahan secara formalitas atau sekedar menggugurkan kewajibannya sebagai mahasiswa tanpa tahu proses yang Ia lewati akan digunakan untuk apa. Maka hari ini jangan heran jika banyak sarjana yang tidak mendapat pekerjaan yang layak. Padahal kita tahu, setingkat Strata 1 ( S1) saja paling tidak menghabiskan 16 tahun masa pendidikan, dan bukan waktu yang singkat untuk dilalui.

BACA JUGA:   Refleksi Hari Tani Nasional Kini dan Nanti

Maka dari itu, Menurut penulis bahwa penting bagi mahasiswa hari ini untuk merenung sejenak, sembari memikirkan apakah ilmu pengetahuan yang tengah digeluti hari ini benar-benar telah ditekuni ataukah hanya sebuah penggugur kewajiban saja dalam menyelesaikan syarat untuk memperoleh gelar sarjana.

Kita harus merefleksi bahwa Ilmu pengetahuan yang hari ini kita geluti bentuk implementasi yang berguna bagi masyarakat dan bangsa itu apa ?

Maka ketika seluruh mahasiswa Indonesia mafhum dan sadar akan hal ini maka saya yakin tidak ada lagi yang bersikap malas malasan dalam menuntut ilmu, tidak ada lagi yang memilih sebagai kaum rebahan daripada mengkaji pengetahuan, tidak ada lagi mahasiswa yang malas berlembaga mahasiswa dan tidak ada lagi mahasiswa yang bingung mau apa dia setelah selesai kuliah.

BACA JUGA:   Sosok Alm Randi Bagi Ketua Kaderisasi PMII Kota Kendari

Terakhir, saran bagi mahasiswa mahasiswi yang tengah bergelut didunia pendidikan hari ini, jika kalian berasal dari fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah ( FUAD ), belajarlah dengan baik agar ilmunya dapat digunakan untuk membangun sendi ilmu beragama di hati manusia. Jika kalian dari fakultas Syariah, belajarlah dengan giat, karena ilmu anda akan sangat dibutuhkan kaum papa yang tidak mengerti persoalan hukum. Dan jika kalian berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam ( FEBI), sungguh sungguhlah dalam menuntut ilmu karena ilmu anda akan digunakan untuk memperbaiki ekonomi bangsa Indonesia. Serta jika kalian berasal dari Fakultas Tarbiyah, belajarlah sebelajar belajarnya, karena kalian akan mencerdaskan bangsa Indonesia.

Sumber : Muh. Muflih | Editor : Muh. Rifky


*****
*) Oleh : Muh. Muflih (Ketua DEMA FUAD IAIN Kendari)
*) Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis.
*) Kolom Opini ini terbuka untuk umum, dengan menuliskan opini maksimal 850 kata dan mengirimkan ke e-mail asumsirakyat@gmail.com, serta melampirkan foto, kontak dan riwayat diri secara singkat.

Share :

Baca Juga

Kolom Asumsi

Pemuda Bangkit Berikan Hal Positif Untuk Bangsa

Kolom Asumsi

HARI BURUH, Khiroto Alam Achmad : “Issu dan Gerakan”

E-Koran

E-Koran Edisi #7

Kolom Asumsi

Menelisik Keseriusan Pemda Konawe Dalam Menyejahterakan Buruh Pada Tahun 2021

Kolom Asumsi

Antara Vaksin Dan Selera

Kolom Asumsi

Perempuan & Radikalisme

E-Koran

E-Koran Edisi #13

Asumsi Rakyat

Refleksi HUT Konawe ke-61 Tahun: Kaya SDA, Rakyatnya Bagaimana?