Home / Ekonomi

Sabtu, 12 Desember 2020 - 01:15 WIB

Pengamat Nilai Pandemi Jadi Momentum Tepat Kerek Cukai Rokok

Direktur SDM Universitas Indonesia Abdillah Ahsan menilai keputusan pemerintah menaikkan cukai hasil tembakau (CHT) telah tepat. Ilustrasi. (Foto: Antara).

Direktur SDM Universitas Indonesia Abdillah Ahsan menilai keputusan pemerintah menaikkan cukai hasil tembakau (CHT) telah tepat. Ilustrasi. (Foto: Antara).

JAKARTA – Direktur SDM Universitas Indonesia (UI) Abdillah Ahsan menilai keputusan pemerintah menaikkan Cukai hasil tembakau (CHT) telah tepat. Pasalnya, ia bilang pandemi merupakan saat yang tepat untuk mengerek Harga Rokok.

Hal tersebut disimpulkan setelah melihat tren krisis 1998 di mana gejolak ekonomi yang memicu penurunan pendapatan dan konsumsi malah berhubungan terbalik dengan konsumsi rokok.

Dia tak merinci kenaikan yang dimaksud, namun ia menyebut kala level stress masyarakat tinggi, biasanya beban dilampiaskan lewat konsumsi rokok. Menurutnya, masyarakat ‘lari’ dari kenyataan dengan merokok.

BACA JUGA:   Pertumbuhan Ekonomi Meningkat, Gus AMI : Jadi Harapan Baru Bagi Bangsa

“Justru ini saat yang tepat (menaikkan cukai rokok). Kita harus mencegah di saat krisis ekonomi ini agar konsumsi rokok tidak naik,” katanya pada webinar daring Komnas Pengendalian Tembakau, Jumat (11/12).

Selain itu, mengutip WHO, ia menyebut merokok merusak paru-paru dan organ dalam tubuh lainnya dan berpotensi meningkatkan risiko terkena kasus parah Covid-19.

BACA JUGA:   Pertumbuhan Ekonomi Meningkat, Gus AMI : Jadi Harapan Baru Bagi Bangsa

Olehnya, ia melihat keputusan Menteri Keuangan Sri Mulyani menaikkan CHT tahun depan sebesar 12,5 persen demi menekan konsumsi rokok di masyarakat sudah tepat.

“Inilah saat yang tepat untuk menaikkan harga rokok agar masyarakat yang pendapatnya turun dan kekurangan pekerjaan itu tidak menghabiskan uangnya atau lari dari kenyataan ke merokok,” paparnya.

BACA JUGA:   Pertumbuhan Ekonomi Meningkat, Gus AMI : Jadi Harapan Baru Bagi Bangsa

Dilansir dari CNN Indonesia, Sri Mulyani mengungkapkan keputusan pemerintah mengerek cukai rokok di tengah pandemi untuk menekan prevalensi merokok anak-anak berusia 10-18 tahun.

Ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang menargetkan prevalensi perokok dini turun ke level 8,7 persen pada 2024.

(CNN/Asumsirakyat.id)

Share :

Baca Juga

Bisnis

Munas Kadin Bakal Digelar Dengan Prokes Yang Ketat 

Ekonomi

Hal-hal yang dilarang dalam Penanaman Saham

Ekonomi

Digitalisasi Pacu Pertumbuhan UMKM, RAG Dorong Masyarakat Bermedsos Kreatif

Ekonomi

Wali Kota Kendari Harap Kecamatan Nambo Jadi Lokomotif Perekonomian Kota

Ekonomi

Menko RI: Vaksinasi Corona Harus Lewati Evaluasi BPOM

Ekonomi

Belum Dapat BLT, Masih Bisa Mengadu!! Cek Caranya Disini

Bisnis

OJK Sultra Kolaborasi Bersama UMKM Pulihkan Ekonomi Nasional

Ekonomi

Beredar Isu Pajak Baru, Mentri Sry Mulyani : Tidak Ada Pungutan Pajak Baru untuk Pulsa dan Token Listrik