Home / Hukum / Kriminal

Selasa, 9 Februari 2021 - 18:20 WIB

Penjual Ikan Asal Kendari Berhasil Ditangkap Pihak Kepolisian

Barang Bukti Jenis Sabu yang Diamankan

Barang Bukti Jenis Sabu yang Diamankan

ASUMSIRAKYAT.ID – Badan Narkotika Nasional Provinsi atau BNNP Sulawesi Tenggara (Sultra) mengungkap kasus pengedaran narkotika jenis sabu. Tak hanya itu, BNNP juga mengamankan barang bukti (Sabu) seberat 713,12 gram.

“Tujuh bungkus paket sabu dengan berat 713,12 gram berhasil kita amankan dari tangan tersangka,” ungkap Kepala BNN Sultra, Brigjen Pol. Sabaruddin Ginting, Selasa (9/2/2021).

Kata dia, Pelaku berinisial LDS (31) itu diamankan di depan Akademi Gizi Jalan Patimura, Kelurahan Watulondo, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Jumat (5/2) lalu.

BACA JUGA:   PT Wijaya Inti Nusantara Diduga Tak Kantongi Izin Dispensasi Jalan

Penangkapan pelaku berawal dari laporan warga, bahwa ada transaksi narkotika di wilayah tersebut.

Setelah menerima laporan itu, petugas kami lalu melakukan penyelidikan mendalam. Hingga pada Jumat pihak kepolisian melakukan penangkapan.

Di tangan pelaku, petugas berhasil menyita barang bukti berupa 7 bungkus paket sabu seberat 713,12 gram, satu unit sepeda motor merek Jupiter, satu kantong plastik putih, serta satu ponsel merek Vivo.

BACA JUGA:   Ada Oknum ASN Diduga Terima Aliran Dana PT Toshida Indonesia

Sabaruddin mengungkapkan, pelaku merupakan warga Kelurahan Benu-Benua, Kecamatan Kendari Barat yang berprofesi sebagai pedagang ikan.

“Tersangka sehari-harinya bekerja sebagai penjual ikan,” jelasnya.

Sementara itu, LDS mengaku kepada kepolisian, telah melancarkan aksinya sebanyak empat kali di sekitar Kota Kendari.

BACA JUGA:   Kisruh Aksi di Laonti, Polres Konsel Amankan 3 Orang

“Dari hasil keterangan pelaku, sudah empat kali mengedar (sabu), masih didalami. Kemungkinan lebih dari itu,” terangnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 114 Ayat (2) Juncto Pasal 127 Ayat (1) Huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukum pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.

Laporan : Ardi

Share :

Baca Juga

Hukum

Pasustri “Sajikan” Gadis 13 Tahun melalui Aplikasi MiChat

Hukum

Kapolri Perintahkan Anak Buahnya Tembak Mati Kelompok MIT

Hukum

Terekam CCTV, Beredar Vidio Mesum Pasien Covid-19 Di Ruang Isolasi RUSD

Hukum

Seret Korbannya Hingga 20 Meter, Dua Penjambret Diamuk Massa

Hukum

Ketua HMI Kendari Sayangkan Insiden Penembakan 6 Anggota FPI

Artis & Selebriti

Nia Dan Suami Terbukti Menggunakan Narkoba

Asumsi Rakyat

Belum Memiliki IPPKH, FMBB Desak DPRD Sultra Keluarkan Rekomendasi Pemberhentian Tambang Emas Di Bombana

Hukum

Kuasa Hukum FPI Sebut Pencabutan SP3 Kasus Chat Mesum HRS Bukti Rezim Ketakutan