Home / Kolom Asumsi

Jumat, 11 Desember 2020 - 18:21 WIB

Pilkada Telah Usai, Mari Saling Merangkul Tegakkan Persatuan Demi Pembangunan

Ketua Umum GMPN Sultra, Muh. Rifky Syaiful  Rasyid (Dok : Ist)

Ketua Umum GMPN Sultra, Muh. Rifky Syaiful Rasyid (Dok : Ist)

KENDARI – Tanggal 9 Desember 2020 kemarin telah usai digelar oleh masing-masing daerah. Sebelumnya pesta demokrasi tersebut mengehebohkan khalayak masyarakat. Tak hanya itu saling angkat jempol dan teriak antar pendukung pun tidak dipungkiri hal itu terjadi.

Usai pilkada kemarin, terlihat saling cerita dan bullying melayang di media social. Pendukung kalah yang tak terima juga saling membalas. Tak sadar bahwa politik adalah menghargai perbedaan.

BACA JUGA:   Elektabilitas Ganjar Unggul Dari Jokowi Termaksud Prabowo

Muh. Rifky Syaiful Rasyid Ketua Gerakan Muda Peduli Nusantara (GMPN) Kendari mengatakan, “Ajang lima tahunan ini jangan sampai menimbulkan efek tak baik bagi kehidupan berbangsa. Semua diharapkan dapat menerima keputusan Pilkada dengan lapang dada”.

Katanya, Jangan karena pilkada menyebabkan begini keadaan. Pilkada sudah selesai. Artinya persoalan juga dianggap selesai sudah. Efek-efeknya itu kita saling memaafkan. Enggak usah lagi kita persoalkan.

BACA JUGA:   Polri Diminta DPR Segera Tindaki Yang Coba Memainkan Harga Oksigen

“Jika masih ada pihak yang ingin memperpanjang masalah, maka pergesekan ini akan terus terjadi. Saya berharap semua pihak untuk menahan diri,”Pinta Ikky Panggilan dari Muh. Rifky Syaiful Rasyid.

Dia juga mengajak masyarakat untuk ciptakan kembali persatuan. Efek-efek politik di kesampingkan untuk menuju bangsa yang harmonis tanpa sekat perbedaan politik.

“Inikan asal usulnya dimulai di pilkada. Kemudian saling ucap-mengucap, yang menyebabkan salah pengertian menjalar ke mana-mana dan pemimpin juga tentunya harus lebih arif. Jangan ada dendam antar sesama tujuan kalian adalah membangun,” Tutur Rifky.

BACA JUGA:   Polri Diminta DPR Segera Tindaki Yang Coba Memainkan Harga Oksigen

Kita wujudkan sistem politik yang demokratis dan sistem hukum yang adil, pembangunan yang mengarah pada terwujudnya kesejahteraan sosial, menuju Indonesia yang unggul, maju, adil, dan makmur, dalam koridor pelaksanaan konstitusi., Tutupnya

(*Aling/Asumsirakyat.id)

Share :

Baca Juga

Kolom Asumsi

Jangan Minder, Nilai Guru Bukan Rp700 Ribu

Kolom Asumsi

Pemuda Bangkit Berikan Hal Positif Untuk Bangsa

E-Koran

E-Koran Edisi #14

Asumsi Rakyat

Romli dan Kongres PMII

Kolom Asumsi

Tindak Lanjuti Maklumat Kaporli KP2M, Minta Penutupan Tempat Hiburan Malam

Kolom Asumsi

Di Masa Muda, Media Sosial Sebagai Sarana Terbaik Untuk Berkarya

Asumsi Rakyat

Memupuk Solidaritas Ditengah Wabah Pandemi

Kolom Asumsi

Hubungan Antara Ideologi dan Pandangan Dunia