Home / Organisasi / Sosial

Senin, 8 Februari 2021 - 02:47 WIB

Relawan PMII Sultra dan Majene Bakal Bangun RHS Bagi Korban Gempa Bumi Sulbar

Gabungan Relawan PMII saat membangun Masjid Sementara bagi korban bencana gempa bumi Sulbar di Kabupaten Majene

Gabungan Relawan PMII saat membangun Masjid Sementara bagi korban bencana gempa bumi Sulbar di Kabupaten Majene

ASUMSIRAKYAT.ID – Gabungan Relawan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau PMII yang terdiri dari TAGANA PMII Sultra dan sahabat-sahabat PMII Majene, berencana membangun rumah hunian sementara bagi korban gempa bumi Sulawesi Barat (Sulbar). Hal tersebut disampaikan oleh Ketua TAGANA PMII Sultra La Ode Abdul Aziz Tumada saat dikofirmasi melalui telefon, Senin, (10/02/2021) pukul 01.35 WITA.

Aziz mengatakan, saat ini mereka berharap bantuan dari seluruh masyarakat Indonesia agar berpartisipasi untuk membantu para korban bencana gempa bumi Sulbar.

“Saat ini kami memerlukan bantuan kepada seluruh kader PMII dan masyarakat pada umumnya. Kebetulan kami yang berada di lokasi berencana untuk membangun rumah hunian sementara bagi para korban,” Kata Aziz (10/2).

BACA JUGA:   PB PMII Sayangkan Sikap Unmuh Babel Soal Intimidasi Ke Mahasiswa

Lebih lanjut, Kata Aziz, saat berkoordinasi dengan masyarakat, mereka (masyarakat) berkeinginan untuk mengadakan rumah hunian sementara. karena, ada beberapa rumah hancur karena serangan Gempa.

“Itulah yang membuat kami berinisiatif untuk membuat rumah hunian sementara, yang kira-kira dapat digunakan selama 6 -12 bulan sambil menunggu bantuan dari pemerintah,” terangnya

Fokus mereka untuk sementara, Aziz mengungkapkan, adalah daerah kabupaten Majene.

“Rencananya 3 titik dan kalau banyak¬† anggaran kami akan membangun lebih,” ungkapnya

BACA JUGA:   Terpilih Aklamasi Ma'ruf Pangewa Pimpin PC PMII Makassar

Sementara itu, Ketua Kaderisasi PC PMII Majene Andi Salas menjelaskan, yang membuat mereka berinisiatif untuk membuat rumah hunian sementara karena ada beberapa masyarakat saat ini masih menginap ditempat pengungsian.

“Yah, fokus kami saat ini adalah kabupaten majene. Sebab, setelah pelepasan tanggap darurat beberapa hari yang lalu masih ada beberapa masyarakat tinggal di pengungsian,” Jelas Andi (10/2).

Ia mengungkapkan bahwa saat ini terdapat tiga titik yang begitu parah dengan terdapat rumah tidak layak digunakan lagi.

“Langkah pertama yang kami lakukan saat ini yaitu membuat 3 rumah hunian sementara, 1 unit rumah hunian terdiri 8 kamar dan masing-masing dalam 1 kamar¬†berukuran 360×240 cm yang akan diisi 1 KK/kamarnya,” Tutup Andi.

BACA JUGA:   Pemda Se-Indonesia Disurati Kemensos, Minta Data Anak Ditinggal Orang Tua Karena Pandemi

Diketahui, lokasi pembangunan rumah hunian sementara difokuskan di kecamatan Ulumanda desa kabiraang dusun temerimbi dan kecamatan Malunda desa Kayu Angin dan Mekata dusun Aholeang. Masyarakat dapat membantu berupa tripleks, tiang, balok, nilon, paku, atap (seng/rumbia) palu, rafia dan alat kerja lainnya. Masyarakat yang tidak dapat mengirim alat berupa alat kerja bangunan dapat membantu dengan mengirim donasi dengan menghubungi HP +62 853-9417-7461 (Andi Salas).

Laporan : Muh. Rifky

Share :

Baca Juga

Organisasi

Sambut HUT RI Ke-76, Ketua PKC PMII DKI Jakarta Desak Audit Anggaran COVID-19

Sosial

Bentuk Kepedulian Dandim 1417/Kendari Terhadap Masyarakat Mamuju

Sosial

Motivasi Babinsa Kodim Kendari Ke Pelaku UMKM

Organisasi

KOPRI PMII UIN KHAS Mengkaji Materi Gender Secara Horizontal

Sosial

Usai Ditemui Youtuber Ali Berbagi di Kendari, Penjual Es Dawet Keliling Ini Ucapkan Terimakasih

Daerah

Ponpes Al Munir Akan Kembangkan Tanman Porang dan Kayu Putih

Organisasi

Peduli Korban Bencana Alam, HIMAKTA Gelar Penggalangan Dana

Sosial

Warga Kurang Sadar, Sampah Menggunung di Sepanjang Kali Surabaya