Home / Nasional

Kamis, 24 Desember 2020 - 23:21 WIB

Satgas Covid-19 Nasional Minta Pemerintah Waspada pada Libur Akhir Tahun

KENDARI – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional meminta pemerintah daerah untuk tidak lengah dan meningkatkan kewaspadaan selama masa liburan akhir tahun karena tingginya potensi penyebaran wabah Covid-19.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa pada pekan ini terjadi jumlah penurunan daerah yang masuk zona merah (risiko tinggi) dan oranye (risiko sedang) secara mingguan. Namun, dia menegaskan bahwa hal ini bukan berarti penanganan boleh dikendurkan.

Walaupun daerah di zona merah mengalami penurunan, mayoritas daerah masuk zona risiko sedang.

BACA JUGA:   Jangan Pornografi Saja, Kominfo Mesti Menutup Konten Menista Agama

“Dan ini tentunya berbahaya, karena apabila sedikit saja kelengahan dalam penanganan kasus pada periode libur panjang Natal dan Tahun Baru, maka terbuka kemungkinan daerah pada zona risiko sedang berpindah ke zona risiko tinggi,” ujar Wiku saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (22/12).

Jika dirinci, jumlah daerah yang masuk zona merah menurun dari 64 kabupaten/kota pada pekan sebelumnya menjadi 60 kabupaten/kota.

Jumlah daerah yang masuk zona oranye juga menurun dari 380 kabupaten/kota pada pekan sebelumnya menjadi 378 kabupaten/kota pada pekan ini.

BACA JUGA:   Kasus Positif COVID-19 Di Kendari Menurun Signifikan

Namun untuk daerah yang berada di zona kuning atau risiko rendah, jumlahnya sedikit meningkat dari 59 kabupaten/kota pekan sebelumnya menjadi 64 kabupaten/kota.

Meski demikian, pada zona hijau tidak ada kasus baru jumlahnya meningkat dari 7 menjadi 8 kabupaten/kota. Di sisi lain, pada zona hijau tidak terdampak jumlahnya masih sama dengan pekan lalu yaitu sebanyak 4 kabupaten/kota.

Wiku juga mengimbau semua pihak terkait di daerah untuk menggencarkan upaya 3T secara masif guna menanggulangi penyebaran pandemi.

BACA JUGA:   Tercatat 6 Ribuan Anak Di Jatim Mennjadi Yatim Karena COVID-19

Upaya 3T yakni testing atau pengecekan untuk mengetahui apakah seseorang terjangkit virus SARS Cov-2, tracing atau penelusuran pihak-pihak yang berkontak dan treatment atau perawatan pasien yang terjangkit.

Di saat yang sama, masyarakat diharapkan mematuhi protokol kesehatan 3M yang mencakup perilaku memakai masker dengan benar, menjaga jarak aman sekaligus menghindari kerumunan dan mencuci tangan dengan sabun.

“Disiplin protokol kesehatan harus ditegakkan demi memutus penularan virus, sehingga risiko Covid-19 di daerah dapat dikendalikan,” katanya.

(*Din/Asumsirakyat.id)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi vaksin covid 19

Nasional

Mengapa Vaksin Perlu Disuntikan Dua Kali Ini Alasanya

Nasional

Elektabilitas Ganjar Unggul Dari Jokowi Termaksud Prabowo

Bisnis

Masjid Al Alam Kendari Jadi Target Lokasi Munas Kadin
Ketgam: Presiden Jokowi akan gratiskan vaksin covid 19

Nasional

Jatuhnya Sriwijaya, Jokowi Sampaikan Dukanya

Ekonomi

Jokowi Ingatkan Menterinya Agar Hati-hati dengan Kebijakan Impor Pangan

Nasional

Satgas Akan Libatkan Satpam Periksa Mall dan Hotel

Nasional

Begini Cara Daftar Token PLN Gratis Hingga Maret 2021

Nasional

7 Rekening Bank Anak HRS Diblokir, Rocky : Otak Kekuasaan Sekarang Kemasukan Kecoa