Home / Hukum

Kamis, 3 Desember 2020 - 01:11 WIB

Seorang IRT di Muna dikeroyok, Kepala BPDB Ikut Terlibat

Korban (Elvina)

Korban (Elvina)

MUNA (ASUMSI RAKYAT ID) – Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) dikeroyok oleh dua oleh dua wanita dan Lelaki di Jalan Yos Sudarso, Kabupaten Muna, Selasa Malam (1/12/2020).

Korban yang beratasnamakan Elvina dikeroyok wanita berinisial LN dan KR serta Lelaki berinisial IKB alias DD.

Menurut keterangan Elvina (Korban) dikeroyok sedang di  rumah orang tuanya di Jalan Yos Sudarso. Sedangkan Ketiga pelaku merupakan orang yang dikenal oleh korban. Tak terkecuali DD, yang tak lain adalah Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muna.

Saat kejadian, korban berada di rumah orang tuanya. Tiba-tiba muncul LN, KR dan DD, yang langsung terlibat cek cok sehingga saling menunjuk menggunakan tangan. Kemudian tiba-tiba, Pelaku (LN) langsung melayangkan pukulan pada korban.

BACA JUGA:   BNNP Sultra Musnahkan Narkotika Jenis Sabu Dari 4 Orang Tersangka

Akibat Kejadian tersebut, korban mengalami luka lebam pada bagian wajah dan memar pada bagian perut. Sehingga korban dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Raha untuk mendapatkan petolongan.

“Saat perkelahian itu, DD menendang bagian perut sebelah kiri (bagian rusuk). Saya terjatuh, LN langsung menindis dan mencekik leher saya,” kata Korban.

Tak hanya itu, DD yang merupakan kepala BPBD Muna, kembali melayangkan pukulan pada bagian wajah korban. Jari DD sempat mengenai bagian bawah mata korban yang membuat memar.

BACA JUGA:   Karaoke Syahrini Kendari Diduga Abaikan Aturan PPKM

“Intinya saya dikeroyok, dua yang melakukan pemukulan (LN dan DD), sementara satunya, KR memegang tangan saya,” ungkapnya.

Sementara itu kuasa hukum korban, Abdul Razak Said Ali menerangkan, apa yang  telah dilakukan ketiga terduga pelaku itu adalah tindak pidana kriminal murni pengeroyokan yang melanggar pasal 170 KUHP.

“Ancaman hukumanya 7 tahun penjara, ” sebutnya.

Pemicu pengeroyokan itu disebabkan oleh status yang diunggah kliennya di media sosial (Medsos) Facebook (FB). Dimana, kliennye menulis, “sadisnya dii.. Krna beda pilihan kalian sumpahkan ponakanku yang sedang hamil. Kasihan. Sadiss… Panutan.. Tai…” Dari status itu membuat terduga pelaku tersinggung. Namun, sangat disesalkan, karena status itu tidak menyebut nama.

BACA JUGA:   KPK Akan Bawa Enam Orang Dari Koltim Untuk Diperiksa, Termaksud Bupati

Aksi pengeroyokan tersebut terekam video dan telah tersebar luas di medsos. Korban pun sudah melakukan pelaporan dan telah menjalani pemeriksaan, serta dilakukan visum.

Kapolres Muna, AKBP Debby Asri Nugroho melalui Kasat Reskrim, IPTU Hamka yang dikonfirmasi juga tak memberi jawaban. Saat dihubungi via WhatsApp, Hamka hanya membaca pesan, namun tidak membalasnya.

(*Ikky/Asumsirakyat.id)

Share :

Baca Juga

Hukum

Wanita Asal Kemaraya Jadi Korban Penipuan Dengan Modus Cicil HP

Hukum

Bupati Koltim Masih di Interogasi, Ketua KPK Harap Masyarakat Tenang

Hukum

Seorang Dukun Penipu Berhasil Ditangkap Polisi Usai Melakukan Aksinya

Asumsi Rakyat

Usai di OTT KPK, Saat Ini Bupati Koltim Masih Diperiksa

Hukum

Gubernur Ali Mazi Apresiasi Kesepahaman BPJS Ketenagakerjaan dan Kejati Sultra

Asumsi Rakyat

KPK OTT Gubernur Sulsel dan Rombongan, Begini Kronologisnya!!

Hukum

HRS : Jaksa Lebih Menganggap Kasus Prokes Lebih Parah Ketimbang Korupsi

Asumsi Rakyat

Kisruh Aksi di Laonti, Polres Konsel Amankan 3 Orang