Home / Nasional

Jumat, 18 Desember 2020 - 17:46 WIB

Soal Pemilih Pilkada Tak Takut Covid-19, KPU Protes Survei SMRC, Ini Ulasannya

Ketgam:omisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari  (foto:CNNIndonesia.com)

Ketgam:omisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari (foto:CNNIndonesia.com)

JAKARTA – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari protes terhadap hasil survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) yang menyebut pemilih Pilkada 2020 tidak takut virus corona (Covid-19).

Dilansir dari CNNIndonesia.Com, Hasyim pun mempertanyakan kesimpulan riset SMRC yang menyebut pemilih Pilkada 2020 kurang berpendidikan dan tak dapat sosialisasi yang baik tentang Covid-19.

“Kesimpulan tersebut mengandung kesan pemilih pedesaan itu bodoh dan mudah dimobilisasi,” kata Hasyim dalam keterangan tertulis, Jumat 18 Desember 2020.

Hasyim juga menyayangkan SMRC menyebut tingkat partisipasi pilkada kali ini disebabkan kesuksesan mobilisasi. Ia mempertanyakan makna ‘mobilisasi’ yang dimaksud SMRC.

BACA JUGA:   Pemerintah Tetapkan Hari Libur Nasional 2022, Berikut Daftarnya

“Menurutnya, bagaimana bisa SMRC menarik dua simpulan tersebut. Padahal dalam hasil riset tidak dipaparkan motivasi para pemilih datang ke TPS saat pandemi Covid-19,” tuturnya.

“Mestinya riset membuktikan faktor yang mempengaruhi persepsi pemilih tentang covid dan faktor yang memengaruhi pemilih hadir memilih ke TPS,” ujarnya.

Sebelumnya, SMRC menerbitkan hasil survei tentang Pilkada 2020. Beberapa hal yang dipotret dalam survei itu adalah tingkat partisipasi masyarakat.

BACA JUGA:   Pemerintah Selalu Beralasan Defisit, Utang Negara Mencapai Rp973,6 triliun

Dalam survei tersebut, sebanyak 76 persen warga ikut berpartisipasi memilih di TPS. Sementara 24 persen lainnya tidak ikut karena takut tertular Covid-19.

Dalam simpulan riset, SMRC menyebut tingkat partisipasi tinggi terjadi di wilayah pedesaan. Para pemilih di kategori itu disebut tidak takut Covid-19.

“Partisipasi tinggi di tengah pandemi juga kemungkinan karena suksesnya mobilisasi pemilih untuk datang ke TPS. Yang bisa dimobilisasi biasanya warga pedesaan dan kurang terpelajar,” seperti dikutip dari dokumen hasil riset SMRC.

BACA JUGA:   EDISI 31 Agustus 2021

Perlu diketahui, terkait protes Komisioner KPU diatas, CNNIndonesia.com menghubungi Direktur Eksekutif SMRC Sirojudin Abbas.

“Sebelum saya tanggapi,  Anda bisa cek sendiri dan simpulkan sendiri apakah ada keberatan itu di temuan survei kita, atau Anda kasih laporan [survei SMRC] itu ke Pak Hasyim biar dibaca dulu dengan baik,” ujar dia membalas pesan dari CNNIndonesia.com terkait protes dari Komisioner KPU Hasyim Asy’ari, Jumat siang.

Hingga berita ini ditulis, Sirojudin belum lagi memberikan respons lebih lanjut.

(*Bang Kune/Asumsirakyat.id)

Share :

Baca Juga

Nasional

Ibas minta Kemenkeu Temukan Terobosan terkait Kebijakan Pajak

Bisnis

KSPI Bakal Unjukrasa Serta Boikot Indomaret, Simak Alasan Mereka

Bisnis

Munas Kadin Digelar Di Sultra, Anto Timbang : Yang Terpilih Diharapkan Jadi Mitra Pemerintah

Nasional

Pantau Penanganan Bencana, Jokowi Bergegas Menuju Sulbar

Ekonomi

Tolak Bea Materai 10 Ribu, Investor Lakukan Hal Ini

Nasional

DPR Rancang RUU Pemilu, HTI Dilarang Ikut Serta di Pilpres, Pilkada dan Pileg

Nasional

Menolak Pajak Sembako dan Pendidikan Yang Membabi Buta

Asumsi Rakyat

Kemendikbud Ristek Inkonsistensi Soal Temuan Kasus Plagiat Rektor UHO