Home / Nasional

Senin, 14 Desember 2020 - 19:51 WIB

Tak Terima Ayahnya Dicatut Seolah Serang FPI, Ienas Tsuroiya Angkat Bicara

Ketgam : KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Ketgam : KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI)

JAKARTA – Hari ini, Senin 14 Desember 2020 nama Gus Mus atau KH Ahmad Mustofa Bisri mendadak trending di media sosial Twitter.

Pasalnya putri Gus, Ienas Tsuroiya angkat bicara usai nama sang ayah menjadi ramai diperbincangkan publik.

Ienas menuliskan keterangan panjang dalam cuitan Twitter-nya @tsuroiya dalam rangka menanggapi pencatutan nama ayahnya yang dilibatkan dalam perkara yang menyinggung organisasi Front Pembela Islam (FPI).

Ienas mengaku kerepotan dengan ulah pihak-pihak yang kontra FPI melibatkan nama Gus Mus.

Salah satunya seperti puisi karya Gus Mus, yang diedit dan dikaitkan seolah menyerang satu kelompok, yakni FPI.

Menanggapi hal tersebut, Ienas Tsuroiya melakukan klarifikasi tertulis melalui akun Twitter pribadinya pada Minggu 13 Desember 2020 malam.

“Dear para pendukung fanatik Pak Jokowi, buzzer atau bukan. Kalau kalian ingin berkampanye melawan FPI, lakukanlah dengan cara yang baik. Jangan mencatut nama Abah saya, KH. Mustofa Bisri (Gus Mus). Setidaknya sudah tiga tahunan ini kami dibuat repot gara-gara ulah kalian. Stop it!” ungkapnya, dikutip PikiranRakyat-Cirebon.com dari akun Twitternya.

BACA JUGA:   52% Guru Madrasah di Indonesia Sudah Vaksin

Sebagaimana diberitakan Pikiran Rakyat Cirebon pada artikel “Nama Gus Mus Dicatut Buzzer Seolah Menyerang FPI, Ini Klarifikasi dari Puterinya”, Ienas mengatakan ada salah satu akun yang getol membagikan narasi dengan mencatut nama Gus Mus, yakni akun media sosial Kata Kita, yang bahkan telah melakukannya semenjak tahun 2018.

“Di tahun 2018, akun ini memposting tulisan orang lain tapi namanya diganti nama Abah. Pasang foto beliau pula. Saya langsung komplain saat itu juga. Sempat ngeles, tapi ketika banyak yang mendukung saya, postingan hilang,” katanya.

Namun, pasca kejadian yang menimpa organisasi masyarakat (ormas) FPI baru-baru ini, memunculkan lagi narasi yang mencatut nama Gus Mus, seolah-olah mendukung satu pihak dan menyerang FPI.

BACA JUGA:   Ketua DPR RI : Anggota Pramuka Adalah Calon Pemimpin Diandalkan

“Tapi belakangan ini, tulisan itu beredar lagi, masih dengan nama dan foto Abah. Diklarifikasi satu, muncul lagi dan lagi. Karena penasaran, saya google lah judul tulisan itu. Ternyata yang muncul adalah postingan KataKita!. Ketika saya screenshot malam ini, sudah dibagikan lebih dr 2500x,” ujarnya.

“Kasus lain: ada tulisan salah satu pendukung Pak Jokowi, namanya Iyyas Subiakto, surat terbuka kepada keturunan Arab. Diposting di Facebook. Tapi kemudian ada oknum yang menambahkan nama Abah di atasnya. Langsung viral. Dan kami pun kerepotan membantahnya,” katanya

Kasus yang menyangkut ‘surat terbuka’ tersebut, kata Ienas, sampai sekarang belum ketahuan siapa oknum yang mencatut nama ayahnya. Narasi tersebut juga masih sering dibagikan di WhatsApp.

BACA JUGA:   Anggota Paskibraka Asal Sultra Resmi Dilantik Presiden RI

Bahkan, menurutnya, tulisan berjudul ‘Ketika Agama Kehilangan Tuhan’ yang mencatut nama Gus Mus pernah dimuat oleh salah satu media nasional. Namun, media tersebut sudah secara sportif meminta maaf. “Tapi KataKita? Sampai sekarang ngga pernah minta maaf, malah postingannya tetap ada. Jahat banget deh.”

“Puisi Abah yang ditulis tahun 2005 lalu itu sifatnya universal, tidak menyerang satu kelompok tertentu. Seperti banyak puisi Abah yang lain, intinya mengajak introspeksi. Dakwah secara halus. Kalau menggabungkan suara beliau dengan video demo FPI, itu namanya mengadu-domba.

“Apakah dengan menulis klarifikasi seperti ini, saya mendukung FPI? Oh, tentu tidak. Saya termasuk warga negara yang ikut resah menyaksikan sepak-terjang mereka selama ini, yang sering diwarnai kekerasan, meski dengan alasan ‘nahi mungkar’. Googling saja, banyak korbannya,” ungkapnya.

(*Ikky/Asumsirakyat.id)

Share :

Baca Juga

Nasional

KPU Jelaskan Aturan Pemilih Bagi Pasien Covid-19

Nasional

Pemerintah Diminta Evaluasi PPKM

Asumsi Rakyat

Menyelesaikan Kasus Pelecehan Seksual, Kornas Permisi Apresiasi Polda NTB

Hukum

Bupati Koltim Diduga Terima Uang Rp250 Juta

Nasional

Ketua DPR RI Ajak Bangsa Indonesia Beri Penghargaan Kepada Nakes

Nasional

Berkat Pembinaan Kemensos, “R” Reintegrasi Dari Paham Radikalisme

Nasional

Gubernur DKI Jakarta Positif Covid-19

Artis & Selebriti

Nia Dan Suami Terbukti Menggunakan Narkoba