Home / Daerah

Rabu, 25 Agustus 2021 - 15:02 WIB

Tercatat 6 Ribuan Anak Di Jatim Mennjadi Yatim Karena COVID-19

Ilustrasi Anak Yatim Piatu (Dok : Ist)

Ilustrasi Anak Yatim Piatu (Dok : Ist)

ASUMSIRAKYAT – Sekitar 6 ribu lebih anak di provinsi Jawa Timur (Jatim) dilaporkan telah ditinggalkan orang tuannya karena terpapar COVID-19. Hal tersebut disampaikan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa usai menerima laporan.

“Ada 6 ribu lebih yang terkonfirmasi anak-anak menjadi yatim dan yatim piatu karena pandemi Covid-19,” ungkap Khofifah dalam keterangan Persnya dini hari tadi, Rabu (25/8/2021).

Khofifah juga mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak perihal banyaknya anak yatim piatu tersebut. Termasuk panti asuhan.

BACA JUGA:   Korwil Sultra BEM DEMA Se-Sulawesi Dukung Kadis Dikbud Sultra Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka 

Mantan Menteri Sosial itu mengatakan jika saat ini panti asuhan memiliki sejumlah regulasi untuk menampung anak yatim piatu. Sebab sekarang panti tidak lagi menerima anak ketika masuk pada usia remaja.

Sebagai solusinya, Khofifah pun mengajak Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan pesantren turut serta meringankan beban anak-anak yatim. Sebab, mereka butuh uluran tangan untuk pendidikan, kebutuhan sehari-hari dan pengasuhan.

BACA JUGA:   Ketua PMII IAIN Jember Harap Kader Dapat Berjuang di Rayon dan Komisariat

“Dari seluruh stakeholder sama-sama mengambil ruang empati dan simpati kami semua untuk memberikan pengasuhan pada anak-anak yang kehilangan salah satu atau kedua orangtuanya,” ucap Khofifah.

Sementara itu, Ketua Baznas Jatim, KH M Roziqi mengatakan pihaknya siap mengakomodasi seluruh masukan dari gubernur. Pihaknya lalu akan merumuskan dan dikoordinasikan.

“Kami akan bergerak menjadi orang tua asuh pada mereka yang yatim ditinggal orang tuanya kena COVID-19,” ucap dia.

BACA JUGA:   PKC PMII Jatim Minta Pemuda Awasi Perkembangan Politik

Menurut Roziqi, amanah yang dibebankan kepada pihaknya merupakan tugas yang cukup berat. Ia mengaku akan berjalan bersama bimbingan dan dukungan Khofifah.

“Kami akan mengumpulkan dan mendistribusikan dana infak, sedekah dan yang lain. Dalam mengumpulkan dana ini kami tidak bisa berjalan sendiri tanpa bimbingan, dorongan dari ibu gubernur, untuk mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata dia.

kha/ar

Share :

Baca Juga

Asumsi Rakyat

Wali Kota Kendari Sayangkan Generasi Muda Yang Tak Mau Terlibat

Daerah

Kakanwil Kemenag Sultra Sampaikan Tiga Hal Penting Yang Dimiliki Tokoh Agama

Daerah

Komunitas SMOB Kampanyekan Peduli Alam Melalui Bakti Sosial

Asumsi Rakyat

Buka Rakorwil Partai Gelora, Ali Mazi Paparkan Proyek Strategis Pemprov

Daerah

Mahasiswa KKN IAIN Kendari Bikin Kepala Desa Putemata Bangga

Daerah

Gubernur Sultra Luncurkan Gerakan Cinta Zakat

Asumsi Rakyat

Kepala BLK Kendari Optimis Go Internasional

Daerah

Makna HUT RI Bagi Wali Kota Kendari