Home / Daerah

Senin, 26 Juli 2021 - 17:54 WIB

Wali Kota Kendari Beri Intruksi Agar Nakes Diperhatikan

Wali Kota Kendari, H. Sulkarnain Kadir (Dok : Ist)

Wali Kota Kendari, H. Sulkarnain Kadir (Dok : Ist)

ASUMSIRAKYAT – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menggelar rapat koordinasi bersama camat dan lurah se Kota Kendari.  Rapat evaluasi tersebut dalam rangka mendukung kinerja tenaga kesehatan (Nakes) yang kurang lebih dua tahun telah merawat pasien terkonfirmasi positif, Minggu (25/7/2021).

Dalam rapat tersebut Wali Kota Kendari memberikan instruksi untuk membackup tenaga kesehatan. Ia juga mengapresiasi apa yang telah dilakukan camat dalam mensosialisasikan dan berupaya untuk meyakinkan masyarakat terkait imbaan pelaksanaan salat Idul Adha, meskipun masih terdapat 24 persen masjid yang tetap melaksanakan shalat Idul Adha.

Pada kesemptan itu, Wali Kota mengungkapkan jumlah positif COVID-19 setiap hari terus meningkat, sehingga seluruh camat dan lurah diminta untuk melakukan pengecekan dan agar tidak menimbulkan efek lebih besar.

“Jangan sampai ada camat, lurah di telpon tidak aktif hpnya dengan segala alasan,” tegas Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir.

BACA JUGA:   KPK Ingatkan Penyelenggara Negara Laporkan Harta Kekayaan

Menurut Wali Kota, bagi yang memiliki tanggung jawab di pundak harus ada langkah konkret, ada upaya dalam mengatasi penyebaran Pandemi COVID-19.

Untuk itu Wali Kota menginstruksikan agar gugus tugas COVID-19 di tingkat kecamatan dan kelurahan di evaluasi.

“Tolong camat, lurah saya minta evaluasi kembali sejauh mana keaktifan tim gugus tugas yang sudah kita bentuk beberapa tahun lalu,” perintahnya.

BACA JUGA:   Kepala BLK Kendari Optimis Go Internasional

Untuk itu, kata politisi PKS tersebut, gugus tugas tidak hanya memantau pasien positif COVID-19 yang isolasi mandiri (isoman), tetapi perlu memastikan mendapat pelayanan kesehatan, termasuk siapa yang mensuplai kebutuhan pasien itu.

Wali Kota juga berharap gugus tugas membackup Nakes di puskesmas dalam hal tracing (pelacakan) dan melakukan pencegahan. Selain itu ia menginginkan agar tim penyemprot disinfektan dibentuk di tingkat kelurahan. Hal itu guna mencegah adanya indikasi penularan Covid 19 di rumah warga yang terpapar Covid 19.

“Inikan ada 907 pasien positif COVID. Itu artinya artinya ada 907 titik yang harus di semprot,” ucap Wali Kota.

BACA JUGA:   Gubernur Sultra : Kombes Pol La Ode Aries Bakal Sukses Di Tempat Baru

Untuk itu, dirinya meminta agar kelurahan mengajukan alat semprot, sehingga nantinya tidak ada lagi kendala dalam membentuk tugas ini. Tak hanya itu untuk membackup Nakes Kota Kendari terkait penanganan jenazah COVID-19 camat dan lurah diminta untuk siaga.

“Saya minta camat dan lurah siaga kalau memungkinkan. Bentuk waktu penanganan jenazah,” ucapnya.

Wali Kota Kendari juga meminta kesiapan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Kendari untuk siap dalam membantu penguburan jenazah COVID-19. Sehingga hal itu menjadi upaya untuk membantu tenaga kesehatan dan juga puskesmas. Ia juga tak lupa mengingatkan dalam bertugas agar tetap waspada dan menjaga kesehatan.

rfk/ar

Share :

Baca Juga

Daerah

Ponpes Al Munir Akan Kembangkan Tanman Porang dan Kayu Putih

Daerah

HMI MPO Kendari Lantik 6 Pengurus Komisariat Perode 2020-2021

Daerah

BPOM Kendari, Umumkan Hasil Temuan Pengawasan Dominan Kasus Pelanggaran Terjadi Pada Kosmetik

Daerah

Penanganan Covid-19, Wali Kota Kendari Pinjam Dana 374 M

Daerah

Detik-Detik Basarnas Kendari Selamatkan Penumpang Kapal Bocor di Wakatobi

Daerah

5 Komisioner KPU Kolaka Timur akan di Sidang DKPP

Daerah

DPRD Sultra Dukung Honorer K2 Jadi PNS

Daerah

Pemkab Konawe Buka Peluang P3K Untuk Guru