Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu

Krangkeng ialah nama Desa dan Kecamatan yang berada di samping timur Kabupaten Indramayu. Pemberian nama Kecamatan Krangkeng dan Desa Krangkeng pasti bukan tanpa penyebabnya dan dasar. Krangkeng sendiri ini berarti Kandang Macan. Karena menurut narasi orang dahulu di wilayah ini ada beberapa harimau atau macan

Batas Wilayah Kecamatan Krangkeng

  • Utara : Laut Jawa
  • Timur : Kabupaten Cirebon
  • Selatan : kecamatan Gegesik cirebon
  • Barat : Kecamatan Kedokan Bunder

Desa Di Kecamatan Krangkeng

  1. Desa Tanjakan
  2. Desa Kalianyar
  3. Desa Srengseng
  4. Desa Kedungwungu
  5. Desa Tegalmulya
  6. Desa Kapringan
  7. Desa Singakerta
  8. Desa Dukuhjati
  9. Desa Luwung Gesik
  10. Desa Purwajaya
  11. Desa Krangkeng

Sejarah Krangkeng

Pada jaman dulu pada tempat ini tinggallah seorang puteri dari Mataram yang namanya Nyi Besar Empu Meganggong. Ia nyabda guru atau menuntut pengetahuan ke Syarif Hidayatulloh di Cirebon. Ia belajar beragam pengetahuan bersama temannya seorang puteri Solo namanya Ratu Pringgabaya yaitu puteri dari Sultan Aju.

Karena kesabarannya karena itu ke-2 puteri itu dapat menuntaskan beragam pengetahuan yang diberi oleh Syarif Hidayatulloh. Pada akhirnya Syarif Hidayatulloh tempatkan ke-2 wanita itu pada sebuah lokasi yang dipakai untuk mempraktikan ilmunya itu.

Nyi Besar Empu Meganggong ditaruh di rimba Andagasari (Saat ini Krangkeng). Utang Andagasari sebagai tempat bersemayamnya makhluk lembut namanya Nyi Besar Andagasari. Dan Ratu Pringgabaya ditaruh di samping timurnya yaitu namanya Kapringan.

Sepanjang 3 bulan Nyi Besar Empu Meganggong lakukan pengembaraan di rimba Andagasari ia bisa mengalahkan binatang buas terhitung macan atau harimau dan mengandanginya dalam Krangkeng sampai pada akhirnya wilayah itu dinamakan Krangkeng.

Sesudah jalankan pekerjaannya di rimba Andagasari pada akhirnya Nyi Besar Empu Megnggong pulang ke Mataram untuk dinikahkan oleh orang tuanya. Dari perkawinan itu ia memiliki anak kembar laki- wanita dan laki.

Masing-masing dinamakan Ki Besar Lokawi dan yang ke-2 namanya Nyi Besar Lakung. Ki Besar Lokawi sebagai putera lelaki yang pertama mempunyai kesaktian seperti pahami bahasa ikan dan pada akhirnya ditugaskan jaga telaga Karangampel. Dan Nyi Besar Lakung ditugaskan sebagai Nyi Besar Krangkeng dan dikenali dengan panggilan Nyi Ayu Gendarsari.

Hari ganti bulan dan bulan ganti tahun, sampai pada akhirnya ke-2 anak itu bergerak dewasa dan Nyi Ayu Gendarsari dinikahkan dengan Pangeran Danu Wardaya alias Ki Besar Lumut (putera dari Solo).

Dari perkawinan itu mereka mempunyai anak kembar namanya Nyi Besar Anjasmara dan Anjasmari. Sampai ke-2 nya besar dan Nyi Besar Anjasmari dinikahkan dengan Sutan Aji (Putera Syarif Hidayatulloh) dan dari perkawinan itu mempunyai anak namanya Haji Mukoyim. Dan dia mempunyai empat anak yang namanya Benda Karep, Buntu, Krangkeng dan Wot Gali.

Berikut Kisah Nyi Besar Krangkeng

Nyi Besar Krangkeng memiliki senjata dua jenis, yaitu tombak yang namanya Tobok S keris dan iwelang. Ia memiliki siswa dari Mataram namanya Pangeran Kembar (Serakit) yang berniat akan membuat abdi-abdi pemerintah.

Pangeran Serakit ini mempunyai kesaktian yang tinggi sekali, sampai di suatu waktu ada banyak putera dari Indramayu yang berniat jahat sejumlah 25 orang. Putera-putera dari Indramayu ini berkuasa di Krangkeng sampai pada akhirnya terjadi peperangan dengan Pangeran Serakit.

Tapi karena banyaknya tidak imbang karena itu Pangeran Serakit alami kekalahan. Ia mau dibunuh oleh putera dari Indramayu itu tapi dilarang oleh Ki Besar Blekok (Ki Besar Kutet). Antara 25 orang itu ada yang wafat di Krangkeng dan dipendamkan pada tempat itu yang namanya Ki Besar Jago.

Tapi sebetulnya pembunuh anak nakal itu ialah Ki Besar Lumut. Ki Besar Lumut sendiri ialah majikan dari Ki Besar Blekok. Sampai pada akhirnya Ki Besar Lumut dikasih penghargaan dengan panggilan Pangeran Jagaspati.

Di suatu hari ada pedati patroli yang hendak ke arah Cirebon, tapi tidak menyengaja pedati itu terjerumus di lubang di Daerah Kapetakan. Tapi pedati itu tidak dapat diangkat oleh siapa saja terhitung oleh warga sekitar. Sampai pada akhirnya diselenggarakan sayembara, untuk siapa yang bisa mengusung pedati itu maka dikasih hadiah pedati lagi.

Ki Besar Blekok dengar informasi itu karena itu dia juga selekasnya bertandang ke tempat itu. Dengan kontribusi Ki Besar Blekok itu, pedati yang tidak dapat diangkat itu pada akhirnya dapat diangkat dan sebagai hadiah selainnya pedati ia mendapatkan gelar Ki Besar Luber.

Saat Ki Besar Blekok lakukan perjalan sampai sampai juga ia di Karangampel. Disana semuanya orang tidak yakin akan kesaktian Ki Besar Blekok, ucapnya jika dia betul-betul mempunyai kesaktian karena itu bikinlah Kuta Kosod dan sebagai hadiahnya ia akan memperoleh istri.

Nyi Ratu Benda yang dicalonkan sebagai isterinya lari ke gunung karena takut jadi isterinya. Karena itu terpasanglah selendang Nyi Ratu Benda pada akhirnya seperti Ki Besar Blekok tidak untuk kawin sampai akhir hayatnya.

Pedati Ki Besar Blekok sampai sekarang masih tetap ada dan digunakan oleh beberapa orang yang yakin pada adat lama, yaitu jika kita akan melakukan suatu hal agar sukses secara baik karena itu usap-usaplah pedati itu. Dan tanah tempat pedati itu ditarik saat ini sarat dengan pohon-pohon.

Daftar Sekolah Kecamatan Krangkeng

No.Nama Satuan Pendidikan
1MAS HIDAYATUN NASYI IEN
2MAS PRINGGABAYA
3MAS RABITHATUL ULUM
4MIN 4 Indramayu
5MIS AL-FALAH
6MIS AL-ITTIHAD DUKUHJATI
7MIS AL-QURANIYAH
8MIS ASY-SYAFIIYYAH
9MIS HIDAYATUL MUBTADIIN
10MIS HIDAYATUL MUBTADIIN NEW
11MIS HIDAYATUS SHIBYAN
12MIS ISLAMIYAH DUKUHJATI
13MIS KULIYATUS SIBYAN
14MIS MIFTAHUL HUDA TEGALMULYA
15MIS RAUDLATUS SHIBYAN
16MTsN 6 Indramayu
17MTsS Hidayatusshibyan
18MTSS KARANGMANGGU
19MTsS KHAIRU UMMAH
20MTSS RABITHTATUL ULUM
21SD IT As Salafiyah
22SMAN 1 KRANGKENG
23SMAS NU DUKUHJATI
24SMK KARANGMANGU
25SMK NAHDLATUL ULAMA KRANGKENG
26SMK NU AL QURANIYAH
27SMKN 1 KRANGKENG
28SMKS ISLAM ASY SYAFIIYYAH KRANGKENG
29SMKS NURUL QURAN
30SMKS PLUS AS SALAFIYAH KERANGKENG
31SMP AR ROHMAN KRANGKENG
32SMP AS-SALAFIYAH KRANGKENG
33SMP HIDAYATUN NASYIIEN
34SMP ISLAM ASYSYAFI`IYYAH KRANGKENG
35SMP IT AN NURONIYYAH
36SMP MAFATIHUL HUDA
37SMP NU DUKUH JATI
38SMP Pesantren Nurul Anshor
39SMP PLUS MIFTAHUL HUDA TEGALMULYA
40UPTD SDN BANGUNJAYA
41UPTD SDN KEDUNGWUNGU
42UPTD SDN LEBAKTERATE
43UPTD SDN LUWUNGGESIK
44UPTD SDN 1 DUKUHJATI
45UPTD SDN 1 KALIANYAR
46UPTD SDN 1 KAPRINGAN
47UPTD SDN 1 KRANGKENG
48UPTD SDN 1 SINGAKERTA
49UPTD SDN 1 SRENGSENG
50UPTD SDN 1 TANJAKAN
51UPTD SDN 1 TEGALMULYA
52UPTD SDN 2 DUKUHJATI
53UPTD SDN 2 KALIANYAR
54UPTD SDN 2 KAPRINGAN
55UPTD SDN 2 KRANGKENG
56UPTD SDN 2 SRENGSENG
57UPTD SDN 2 TANJAKAN
58UPTD SDN 2 TEGALMULYA
59UPTD SDN 3 DUKUHJATI
60UPTD SDN 3 KALIANYAR
61UPTD SDN 3 KAPRINGAN
62UPTD SDN 3 KRANGKENG
63UPTD SDN 3 TANJAKAN
64UPTD SDN 4 KALIANYAR
65UPTD SDN 4 KAPRINGAN
66UPTD SDN 4 KRANGKENG
67UPTD SDN 4 SRENGSENG
68UPTD SDN 5 SRENGSENG
69UPTD SDN KLAMPOK
70UPTD SDN PANGGANGJERO
71UPTD SDN SIDOMULYA
72UPTD SDN SINGAJAYA
73UPTD SDN SUMURJAYA
74UPTD SDN TEGALRASAK
75UPTD SMP NEGERI 1 KRANGKENG
76UPTD SMP NEGERI 2 KRANGKENG
77UPTD SMP NEGERI SATU ATAP 1 KRANGKENG
78UPTD SMP NEGERI SATU ATAP 2 KRANGKENG

Itulah seputar Kecamatan Krangkeng Kab. Indramayu.

You might like

About the Author: Paul

Paul adalah seorang penulis dan penjelajah budaya yang memiliki kecintaan mendalam pada bahasa-bahasa daerah, termasuk Bahasa Indramayu. Kecintaannya pada bahasa dan budaya lokal ini tidak hanya menjadi sumber inspirasi dalam menulis, tetapi juga memperkaya wawasannya tentang keragaman budaya di Indonesia.